Saksikan Grand Final Lomba Rebana dan Pameran Budaya Melayu, Warga Padati Lapangan Bola Kemuja

Animo masyarakat di Desa Kemuja dan sekitarnya untuk melihat Festival Seni Budaya Islam dan Festival Melayu Babel

Saksikan Grand Final Lomba Rebana dan Pameran Budaya Melayu, Warga Padati Lapangan Bola Kemuja
bangkapos.com/Nurhayati
Penampilan group rebana saat tampil pada malam grand final lomba rebana dan Pameran Budaya Melayu pada Festival Seni Budaya Islam dan Festival Melayu Babel untuk memperingati Maulid Nabi di Desa Kemuja Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka, Sabtu (25/11/2017) di Lapangan Bola Desa Kemuja. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAOS.COM, BANGKA -- Animo masyarakat di Desa Kemuja dan sekitarnya untuk melihat Festival Seni Budaya Islam dan Festival Melayu Babel untuk memperingati Maulid Nabi di Desa Kemuja Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka, Sabtu (25/11/2017) malam sangat tinggi. Bahkan warga dari kabupaten/kota di Babel baik dari Pangkalpinang, Kabupaten Bangka Barat, Bangka Selatan dan Bangka Tengah ikut menyaksikan kegiatan festival ini.

Masyarakat memadati Lapangan Sepak Bola Desa Kemuja saat melihat malam grand final lomba rebana.

Ada sebanyak tujuh group rebana yang tampil dalam malam grand final ini untuk merebut gelar juara. Group yang tampil dalam malam grand final ini dua group rebana dari Desa Labuh, Pintu Air Pangkalpinang, Air Anyir, Kampung Selok Pangkalan Baru, Nurul Huda Simpang Kades dan Desa Kemuja sendiri sebagai tuan rumah.

"Untuk malam ini kita melaksanakan grand final lomba rebana dari 65 peserta yang ikut. Ada tujuh peserta untuk mengisi kualitas lomba rebana sambil silatirahmi antara sesama peserta baikndari Bangka Selatan, Bangka Tengah, Bangka Barat, Pangkalpinang dan Bangka sendiri," ungkap Ketua Komite Maulid Nabi Desa Kemuja H Syamsudin kepada bangkapos.com.

Ia bersyukur animo masyarakat menyaksikan Festival Seni Budaya Islam dan Festival Melayu Babel sangat tinggi, apalagi kegiatan ini sudah berlangsung selama 12 tahun. Untuk tahun ini festival seni dan budaya ini berlangsung selama dua minggu dari tanggal 18 hingga 30 November 2017.

Setiap tahun peringatan Maulid Nabi di Desa Kemuja ini semakin meriah, pada tahun ini dilaksanakan berbagai lomba seperti Pameran Budaya Melayu Bangka Belitung, lomba krito surong, fotografi budaya Melayu Babel, lomba bedaek, dambus dan silat dari berbagai daerah, lomba nasyid dan kegiatan lainnya.

"Besok kita menampilkan silat dari beberapa daerah ada silat Bintit yang dulu tenggelam kita munculkan lagi, ada Tari Kedidi, Tari Campak dari Bangka Barat untuk menghibur masyarakat," kata Syamsudin.

Sedangkan untuk Pameran Budaya Melayu Bangka Belitung dilakukan di dalam Rumah Budaya Melayu yang menampilkan berbagai tulisan baik mengenai sejarah Prasasti Kota Kapur, Kisah Depati Bahrin, Depati dan Demang, Bung Karno dan Bangka, Bung Hatta dan Kelompok Bangka hingga Bahasa Melayu Kuno Bangka. Selain itu juga dipamerkan berbagai foto-foto jadul yang menceritakan suasana perkampungan di Pulau Bangka dan Belitung.

Sebagian warga asyik membaca tulisan sejarah maupun melihat foto yang dipamerkan, bahkan juga berfoto selfie diantara tulisan-tulisan sejarah dan foto tersebut.

Festival ini juga diisi oleh stand dari Mahasiswa KKN UGM, STAIN, Dewan Pendidikan, Literasasi, Karang Taruna dan stand-stand lainnya.

Rencananya pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Desa Kemuja ini akan memecahkan rekor muri yakni tudung saji dan dulang terbesar berukuran 5x1,5 meter.

"Harapan kita untuk tahun 2018 nanti bisa mengundang dari provinsi lain untuk mengikuti kegiatan festival ini. Kemudian kemarin ada janji juga dari pak gubernur katanya tahun 2018 kita akan mengundang negara tetangga seperti Malaysia Brunei Darussalam yang bernuansa Melayu tetapi itu baru wacana," harap Syamsudin.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved