Yayasan Simpul Babel Jadikan Mangrove Hakok Jadi Kampung Mangrove

Yayasan Simpul Babel yang diketuai Ujang Suprianto akan mengembangkan kawasan Mangrove Hakok menjadi Kampung Magrove.

Yayasan Simpul Babel Jadikan Mangrove Hakok Jadi Kampung Mangrove
bangkapos.com/Nurhayati
Sekda Bangka H Fery Insani saat menanam bibit bakau bersama Ketua Yayasan Simpul Babel Ujang Suprianto dan Ketua Umum SMAN 1 Sungailiat Angkatan 87 Khairudin, Minggu (26/11/2017) pagi di Kawasan Magrove Hakok.

Laporan Wartawan Bangka ,Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Yayasan Simpul Babel yang diketuai Ujang Suprianto akan mengembangkan kawasan Mangrove Hakok menjadi Kampung Magrove.

Untuk itu Yayasan Simpul Babel akan melibatkan masyarakat di Lingkungan Hakok dan sekitarnya untuk mengembangkan budidaya kepiting bakau.

"Bagi kami dari Yayasan Simpul Babel menjadi kebanggaan bisa mendesain program di Magrove Hakok bersama Alumni SMAN 1 Sungailiat Angkatan 87. Yayasan Simpul Babel berdiri tahun 2012 kami membuat penanaman bakau di Belitung di Sujuk bermitra dengan PT Timah tidak pakai dana APBD. Namun sejak tahun 2013 Yayasan Simpul Babel vakum dulu sekarang aktif kembali," jelas Ujang usai melakukan penanaman bakau bersama para Alumni SMAN 1 Sungailiat Angkatan 87, Minggu (26/11/2017) pagi di Magrove Hakok Sungailiat.

Diakui Ujang, pihaknya sudah mengikuti pelatihan budidaya pelatihan penanaman bakau dan budidaya kepiting bakau di Bali sehingga nanti bisa membimbing masyarakat budidaya kepiting bakau.

Dia berharap kawasan zona magrove ini memberikan dampak positif bagi masyarakat. "Kalau di Matras punya pantai, di Hakok ada kampung magrove. Tidak boleh dikuasai orang berduit harus dikuasai masyarakat Hakok," tegas Ujang.

Menurutnya dari data kementerian lingkungan hidup di Indonesia seluas 52 persen kawasan bakau rusak sedangkan 48 persennya masih baik sehingga harus terus dijaga dan dipelihara agar tidak punah.

Rencananya Yayasan Simpul Babel akan membangun jembatan cinta di Kawasan Magrove Hakok yang nanti akan menjadi kawasan wisata baru.

"Di sepanjang bantaran DAS kita tanam terus bersama masyarakat. Tahun depan kita dorong DPRD, sekda dan bupati bikin jembatan gantung di sepanjang magrove Hakok. Ini luar biasa bagi kami Simpul Babel, potensi aset potensi bakau di tengah kota hanya ada di Hakok. Kalau sudah jadi Kampung Magrove orang bisa makan kepiting di Magrove Hakok. Kita coba penataan dari Jembatan Kualo yg dijarah ti sampai Kampung Laut ada 164 hektar, PT Timah jika IUP mau ditambang, ditambang yang benar kalau tidak lagi ditambang serahkan kepada rakyat untuk magrove," saran Ujang.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved