Bahar Buasan Bicara Soal Sinergitas Sipil-Militer di UBB

Kunjungan Bahar Buasan bersama rekan-rekannya ini dalam rangka Sains Tourism (Wisata Sains) ke Bangka Belitung.

Bahar Buasan Bicara Soal Sinergitas Sipil-Militer di UBB
Istimewa
Anggota DPD RI Perwakilan Provinsi Bangka Belitung, Bahar Buasan ST., M.S.M, M.Sc (empat dari kanan) berpose bersama diselan kegiatan perkuliahan Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung (UBB), Jumat (24/11). 

SUASANA perkuliahan Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung (UBB), Jumat (24/11) berbeda dibanding biasanya.

Selama dua jam sebanyak puluhan mahasiswa semester tiga terlibat diskusi aktif membahas hubungan sipil dan militer yang dipandu oleh alumni program beasiswa S2 Ketahanan Nasional (Tannas) Batch 5 Universitas Gadjah Mada.

Terhitung ada delapan alumni Ketahanan Nasional (Tannas) di antaranya Anggota DPD RI Perwakilan Provinsi Bangka Belitung, Bahar Buasan ST., M.S.M, M.Sc, Kolonel Laut Maghoni, Sulistyowati, Ni Putu Nala, Muhtarhadi Nurcalim, Sukino , Didik Sulistyo dan yudi yang berbagi pe­ngetahuan kepada angkatan pertama Jurusan Politik UBB.

Kunjungan Bahar Buasan bersama rekan-rekannya ini dalam rangka Sains Tourism (Wisata Sains) ke Bangka Belitung. Sebagai pengajar di UBB sebanyak dua Satuan Kredit Semester (SKS).

Kedatangan rekan-rekan Bahar Buasan dimanfaatkan untuk merasakan Sains Tourism.

Mahasiswi Jurusan Ilmu Politik FISIP UBB, Murdiana mengaku senang saat mendapat pengetahuan dari dosen luar seperti Bahar Buasan karena mendapat pengetahuan baru.

“Saya ingin memperdalam ilmu politik saya dan ingin mengubah mindset bahwa politik itu buruk karena yang saya pelajari dari buku dan dosen yang buruk bukan politiknya tapi orang yang menjalankan kekuasaan,” ujar mahasiwi yang bercita-cita bekerja di bidang birokrasi ini.

“Ini bisa yang dibilang pertama di Indonesia. Masuk kelas dengan praktek bersama S2 Tannas UGM. Praktik dulu baru teori, teori itu disebarluaskan dan dipraktikkan jadi punya hubungan terus menerus,” ujar Bahar Buasan saat menjadi pemateri.

Dikatakannya belajar politik dapat membuka logika dan berpikir sistematika yang dapat beradaptasi pada bidang lain. Di tengah kesibukannya ia menyempatkan diri mengajar dua SKS dibantu dosen lainnya.

Keinginannya terlibat sebagai pengajar di Perguruan Tinggi Negeri sebagai bentuk pengabdian kepada Bumi Serumpun Sebalai sekaligus sebagai perwakilan Babel di Dewan Perwakilan Daerah RI.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help