Ikebana dan Penambang TI Apung Saling Menghargai, Jangan Ganggu Pohon yang Sudah Ditanam

Ketua Ikatan Keluarga Besar Kenanga (Ikebana) Ervawi mengaku resah dengan keberadaan tambang inkonvensional (TI) apung

Ikebana dan Penambang TI Apung Saling Menghargai, Jangan Ganggu Pohon yang Sudah Ditanam
bangkapos.com/Nurhayati
Ponton TI apung, Selasa (27/11/2017) yang berjejer sepanjang Pantai Rebo. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Ikatan Keluarga Besar Kenanga (Ikebana) Ervawi mengaku resah dengan keberadaan tambang inkonvensional (TI) apung di sepanjang Pantai Rebo.

Namun pihaknya saling menghargai dengan para penambang, dimana bibit bakau, ketapang dan cemara yang sudah ditanam oleh Ikebana jangan diganggu oleh para penambang.

"Kalau dia (para penambang TI apung--red) mau melaksanakan aktivitas silahkan di tengah-tengah yang tidak mengganggu pohon yang sudah kita tanam. Jadi seiring mereka bisa mencari nafkah kita juga selaku organisasi pencinta lingkungan berharap pohon yang sudah kita tanam bisa tumbuh kembali," ungkap Ervawi saat dikonfirmasi bangkapos.com, Selasa (28/11/2017) terkait dengan puluhan ponton TI apung di sepanjang Pantai Rebo.

Dia bersyukur selama ini para penambang tidak mengganggu pohon-pohon yang sudah ditanam oleh Ikebana.

Diakui Ervawi sejak tahun 2010 mulai mereka melakukan penanaman pohon di sepanjang pesisir Pantai Rebo selama ini aman, tidak ada gangguan dari para penambang TI apung.

"Sampai hari ini belum ada (gangguan--red). Kalau sudah kita tanaman itu Alhamdulillah mereka tidak ganggu," kata Ervawi.

Menurutnya penanaman yang sudah dilakukan Ikebana bekerjasama dengan PT Timah, PLN dan pihak lainnya yang ditanam sudah sekitar 23.000 pohon bakau dan cemara sebanyak 30.000 pohon di lahan yang sudah mencapai 23 hektar.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help