Punya Anak Penyandang Disabilitas, Begini Kisaran Biaya Kebutuhan Hidupnya

Mereka pun mendapat bantuan ASPDB masing-masing senilai Rp,1,2 juta. Usai acara, keduanya menceritakan kebutuhan

Punya Anak Penyandang Disabilitas, Begini Kisaran Biaya Kebutuhan Hidupnya
Bangka Pos/ Ardhina Trisila Sakti
Neneng Sanggani (30) dan Hariyani (43) bersama buah hatinya. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Dua orang tua penerima bantuan asistensi sosial penyandang disabilitas berat ASPDB, Neneng Sanggani (30) dan Hariyani (43) bersabar mendampingi buah hatinya yang berkebutuhan khusus sepanjang acara penyerahan bantuan non tunai dari Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama BNI. 

Mereka pun mendapat bantuan ASPDB masing-masing senilai Rp,1,2 juta. Usai acara, keduanya menceritakan kebutuhan anaknya sebagai penyandang disabilitas.

Putri ketiga, Neneng Sanggani bernama Ananda Hariyadi (5) mengidap hydrocephalus sejak usia tiga bulan.

Sebagai orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus Neneng mengaku senang mendapat bantuan, soalnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-sehari Ananda membutuhkan biaya berkisar Rp.500 ribu per dua minggu untuk membeli susu dan pampers. 

"Iya ini ada cairan di kepala, kendalanya jadi sering sariawan, batuk dan pilik. Pengobatannya sih lewat operasi tapi saya belum berani dan tidak tega kalau (Ananda) dioperasi," ujar warga yang tinggal di kawasan gedung nasional (genas) Kota Pangkalpinang.

Bila Ananda membutuhkan biaya berkisar Rp.500 per dua minggu atau Rp.1 juta dalam sebulan.

Rizky Ramadhan (9) putra semata wayang Hariyani (43) yang duduk di kursi roda membutuhkan biaya kebutuhan sebesar Rp.1,5 juta.

"Kalau istilahnya adek menderita kejang tanpa sebab jadi ada saraf yang kena sejak usia 5 bulan. Iya kebutuhannya untuk beli pampers, susu dan rotinya," ujar warga Ampui, Hariyani (43) menceritakan kondisi anak semata wayangnya. 

Dua anak disabilitas Ananda (5) dan Rizky Ramadhan (9) secara resmi menerima bantuan sosial non tunai asistensi sosial penyandang disabilitas berat (ASPDB) dari Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama BNI.(*)

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved