BangkaPos/
Home »

Bisnis

» Makro

Produsen Tarik Brosur Mesin Kangen Water, Ini Penjelasan Dirut PT Inagic Indonesia

PT Enagic Indonesia, produsen mesin kangen water, akan menarik dan memusnahkan brosur yang beredar selama ini.

Produsen Tarik Brosur Mesin Kangen Water, Ini Penjelasan Dirut PT Inagic Indonesia
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Sebagai bentuk pemusnahan brosur kangen water digambarkan dengan menerbangkan brosur tersebut ke udara, bila jatuh akan dimasukan ke tong besar. Nantinya akan dibuat brosur yang sesuai ketentuan. Nampak perwakilan para distributor di Graha Harmoni, Selasa (28/11/2017). 

BANGKAPOS.COM--PT Enagic Indonesia, produsen mesin kangen water, akan menarik dan memusnahkan brosur yang beredar selama ini.

Ada beberapa poin yang membuat PT Enagic Indonesia menarik brosur tersebut.

Selain itu juga terkait adanya teguran dari Kementerian Kesehatan mengenai penggunaan logo Kementerian Kesehatan RI, serta adanya klaim bahwa kangen water dapat menyembuhkan penyakit.

“Kami minta maaf dan ingin berbenah untuk mengkampanyekan yang lebih santun lagi. Kami juga akan menarik brosur, dan tidak ada logo dari Kemenkes. Kami akan seragamkan marketing bahwa  kangen water salah satu mencegah penyakit,” kata Direktur Utama PT Enagic Indonesia Toshinari Irei saat konferensi pers serta simbolisasi pemusnahan brosur Kangen Water di Graha Harmoni, Selasa (28/11/2017).

Proses pemusnahan brosur itu ditandai dengan brosur yang telah dijadikan pesawat terbang diterbangkan di angin lalu ketika jatuh dibuang ke tong besar.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI meminta PT Enagic Indonesia untuk menarik semua brosur terkait informasi yang mengklaim produk mesin kangen water yang telah diakui negara dengan pencantuman logo Kementerian Kesehatan RI, menarik semua brosur yang terkait informasi yang mengklaim bahwa produk mesin kangen water sebagai medical device (alat kesehatan), dan tidak boleh mengklaim bahwa produk mesin ionisasi  (water electrolysis) sebagai produk yang dapat menyehatkan dan atau menyembuhkan. Seruan dari Kementerian RI tersebut dilandasi pemeriksaan produk mesin yang diperdagangkan PT Enagic Indonesia pada 10 November 2017 lalu.

Irei sendiri menegaskan bahwa pihaknya memang hanya menjual mesin yang menghasilkan air yang bersifat basa, dan bukan menjual air.

Hal ini pun telah dicantumkan di dalam kode etik perusahaan yang diberikan mitra yang menjadi distributor.   

Sejak tahun 2014, mesin yang didatangkan dari Jepang ini telah terjual 55.000 unit/distributor. Bahwa ada sebagian distributor yang ‘kebablasan’ menjual air hasil mesin tersebut, pihaknya akan menegur.

Salah satu distributor yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, dr Andhyka Sedyawan mengatakan ketika ada distributor yang ‘kebablasan’ menjual air dari hasil mesin atau kangen water, semata untuk mengembalikan investasi pembelian mesin tersebut.

Halaman
12
Editor: khamelia
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help