Produsen Tarik Brosur Mesin Kangen Water, Ini Penjelasan Dirut PT Inagic Indonesia

PT Enagic Indonesia, produsen mesin kangen water, akan menarik dan memusnahkan brosur yang beredar selama ini.

Produsen Tarik Brosur Mesin Kangen Water, Ini Penjelasan Dirut PT Inagic Indonesia
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Sebagai bentuk pemusnahan brosur kangen water digambarkan dengan menerbangkan brosur tersebut ke udara, bila jatuh akan dimasukan ke tong besar. Nantinya akan dibuat brosur yang sesuai ketentuan. Nampak perwakilan para distributor di Graha Harmoni, Selasa (28/11/2017). 

 “Dari 55.000 distributor yang menjual air juga ada 30  persen, 30 persen memang menjual mesin saja, serta sisanya user (pengguna).  Biasanya yang menjual air itu baru beli mesin, jadi semangat untuk jual air biar balik modal. Tapi 2 sampai 6 bulan biasanya sudah tidak menjual air tapi menjual mesin, dan tinggal berbagi saja,” kata Andhyka.

Mesin dari PT  Enagic Indonesia ini harganya antara Rp 19 juta-an hingga Rp 68,7 juta.  Perbedaan harga ini didasari tipe air yang dihasilkan.  

Andhyka menjelaskan, soal pencantuman logo Kementerian Kesehatan RI di brosur didasari masih adanya komunikasi yang belum bagus diantara para distributor. Andhyka mengakui ketika Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan surat keterangan produk, para distributor menyatakan bahwa surat keterangan itu berarti ijin edar. Padahal hanya surat keterangan produk.

Adanya teguran dari Kementerian Kesehatan RI ini membuat pihak PT Enagic Indonesia terus berbenah. Dan tetap menargetkan penjualan tahun depan akan menyamai tahun ini yakni bisa menjual sekitar 20.000 unit.

Secara tegas Toshinari Irei akan menindak lanjuti penyebaran brosur yang tidak sesuai dengan aturan dari Kementerian Kesehatan RI dan sudah meminta kerja sama mitra usaha/distributor untuk menarik dan mengumpulkannya yang kemudian secara bersama-sama memusnahkannya.

Selanjutnya PT Enagic Indonesia akan mengganti dengan brosur-brosur yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Setelah ini kami akan bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan untuk memberikan edukasi dan pengetahuan serta himbauan kepada masyarakat serta kepada seluruh mitra usaha/distributor melalui seminar, training, serta media,” ujar Irei.

PT Enagic Indonesia juga akan membentuk satuan tim tugas untuk melakukan pemeriksaan dan penindakan atas kegiatan usaha distribusi dari  mitra usaha/distributor. Langkah tersebut akan dilakukan untuk mematuhi peraturan yang berlaku.

Irei juga mengatakan bahwa dalam kode etik yang diberlakukan sebenarnya telah mengatur  agar distributor tidak diperbolehkan melakukan promosi/iklan yang menyebutkan bahwa produk bersifat pengobatan atau penyembuhan, dan  larangan pernyataan produk sebagai alat medik. 

 Selain itu, perusahaan tidak diperkenankan melakukan promosi dan penjualan air dalam kemasan botol atau bentuk lain dari produk mesin dengan menggunakan nama Enagic Indonesia atau Kangen water.  

Namun kenyataannya distributor ada yang mengikari  kode etik tersebut, diantaranya dengan menjual air dari mesin tersebut.

Selain mendapat teguran dari Kementerian Kesehatan RI, produk air alkali (kangen water) yang dihasilkan mesin Enagic Indonesia juga belum memiliki izin edar untuk diperjualbelikan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). 

Editor: khamelia
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved