BangkaPos/

Edison Taher Lebih Banyak Berbuat Setelah Menjabat Kepala Dinas Pendidikan

Kegigihan Edison Taher dalam dunia pendidikan kota Pangkalpinang kemudian berlanjut.

Edison Taher Lebih Banyak Berbuat Setelah Menjabat Kepala Dinas Pendidikan
Istimewa
Edison Taher 

“Tak hanya aplikasi, kita juga pikirkan tenaga pendidik. Kita undang profesor dari Korea, guru-guru kita diklat-kan, lewat program APEC Learning Community. Se Indonesia, Pangkalpinang yang pertama untuk ini.Saya sudah berpikir bagaimana mempersiapkan generasi untuk tahun 2045 kelak, Generasi EMAS”.

EDISON TAHER

=============

KEGIGIHAN Edison Taher dalam dunia pendidikan kota Pangkalpinang kemudian berlanjut. Sebelumnya, dia sempat menjadi tenaga pendidik (Guru) di STM Negeri Pangkalpinang.

Dia kemudian ditunjuk sebagai Wali Kelas, Kepala Bengkel kemudian Wakil Kepala STM di tahun 1990. Tahun 1995, Pemerintah Pusat mengubah kebijakan pengangkatan Kepala Sekolah, yang tadinya ditunjuk langsung oleh Kanwil Sumsel, calon Kepala Sekolah harus lulus seleksi oleh tim Talent Scouting.

“Saya waktu sebelum itu, cita-cita hanya sebatas menjadi Wakasek, karena teman saya bilang, jangan terlalu berharap menjadi Kepala Sekolah, karena kau itu dak kate’ Mamang (tidak ada orang dalam),” jelasnya.

Seleksi Administrasi, Seleksi Kemampuan berhasil dilalui Edison. Sampai Diklat selama 3 bulan di Pusdiklat Medan diikutinya.Edison ternyata mendapat nilai A, tertinggi dari beberapa peserta Diklat.

“Ada 4 nilai, D sampai A. Saya Alhamdulillah dapat nilai A, dimana peluang lebih banyak, berkesempatan ikuti Spama sekarang PIM III, dan bisa menjabat Kepala Sekolah selama tiga periode. Tahun 1997, jadilah saya diangkat Kepala STM,” bebernya.

Tahun 2000, Edison kemudian dikirim belajar ke Jerman selama tiga bulan.Disana dia mempelajari sistem pendidikan SMK, mengkolaborasi dunia usaha dunia industri dengan sekolah.Dari sinilai, kemudian muncul ide-ide inovatif Edison untuk mengembangkan dunia pendidikan di Pangkalpinang.

“Melihat anak-anak di Jerman, mereka itu sudah bisa mendesain produk perusahaan, berkomunikasi dengan internet langsung dari sekolah ke perusahaan. Saya juga tahun 2000 itu ke Malaysia, disana masyarakatnya begitu tertib dan disiplin,” ujarnya.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help