Demian Kecewa KPI Anggap Atraksi Sulapnya Penipuan, Ini Curhatnya

Demian mengomentari kekecewaannya terhadap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang kerap menegur aksi-aksi pertunjukkannya.

Editor: fitriadi
KOMPAS.COM/TRI SUSANTO SETIAWAN
Pasangan artis Sara Wijayanto dan Demian Aditya diabadikan dalam sebuah acara amal di Rolling Stone Cafe, Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (26/9/2016). 

BANGKAPOS.COM - Beberapa waktu lalu sebelum aksi nekat Demian Aditya ditonton oleh jutaan orang di dunia dalam acara America’s Got Talent 2017, ia mencurahkan isi hatinya.

Dalam tulisan yang di-posting Demian pada akun official Facebooknya, ia mengomentari kekecewaannya terhadap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang kerap menegur aksi-aksi pertunjukkannya.

Baca: Keluarga Berduka, Postingan Foto Anak Edison Korban Sulap Demian Bikin Terharu

Aksi sulap Demian dianggap KPI sebagai penipuan lantaran trik-trik yang ditampilkannya dala layar kaca mengandung misteri yang kerap mengerikan.

"Seakan-akan tidak bisa berkutik lagi untuk gw pekerja seni sulap dalam memperkenalkan seni yang gw cintai sampai mati ini," demikian kutipan pesan yang ditulis Demian pada beberapa akun media sosial lainnya termasuk Instagram.

Dua minggu berlalu, aksi Demian di AGT 2017 sungguh mengejutkan para juri ajang pencarian bakat tersebut sehingga empat yes diberikan untuknya.

Baca: Awalnya Peti Berisi Demian tapi Digantikan Stuntman, Sengaja Dijatuhkan Tertancap Besi Tajam

Sayang, aksi-aksi Demian yang dipertunjukkan bagi penonton Indonesia seakan dibatasi lantaran anggapan penipuan tersebut.

Anggapan itu tidak datang begitu saja datri tim KPI, melainkan juga dari komentar dan laporan penonton Indonesia yang mayoritas tidak lagi menghargai dan menikmati sulap sebagai hiburan.

"Mereka selalu menganggap sulap itu adalah penipuan..." tulis Demian.

Baca: Netizen Geram Lihat Demian Sempat Lontarkan Kalimat Andalan Setelah Aksi The Death Drop

Namun, menurut Demian, orang-orang itu pergi ke bioskop dan beli tiket untuk menonton film yang jelas-jelas isi ceritanya hanya rekaan.

"Tapi semua orang pergi ke bioskop dan beli tiket (*bayar) untuk nonton film yg jelas2 isi ceritanya hanyalah rekaan, animasi 3D dan tipuan cinematografi tapi mereka semua bisa terhibur tanpa komplain 'Wah boongan ini ceritanya!!'.... why??" tulis Demian.

Demian pun merasa pesimistis dengan kariernya dan masa depan seni sulap di Indonesia.

"Kalo begini terus seni sulap di Indonesia bisa hilang sejalannya waktu, apa gw harus biarkan seni ini hilang begitu saja?.... mungkin... toh gak ada yg peduli juga, so why should I care?" tulis Demian menyesal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved