Ini Dia 10 Orang Terkaya Indonesia Tahun 2017, Hartono Bersaudara Masih Paling Tajir

Selama sembilan tahun berturut-turut, keluarga Hartono menempati posisi teratas dengan jumlah kekayaan mencapai 32,3 miliar dollar AS

Ini Dia 10 Orang Terkaya Indonesia Tahun 2017, Hartono Bersaudara Masih Paling Tajir
Kompas.com
10 Orang Terkaya Indonesia Versi Forbes 2017 

1. Robert Budi dan Michael Hartono (Djarum, 32,3 miliar dollar AS)
2. Eka Tjipta Widjaja (Sinarmas Group, 9,1 miliar dollar AS)
3. Susilo Wonowidjojo (Gudang Garam, 8,8 miliar dolalr AS)
4. Anthoni Salim (Indofood, 6,9 miliar dollar AS)
5. Sri Prakash Lohia (Indorama, 6,4 miliar dollar AS)
6. Boenjamin Setiawan (Kalbe Farma, 3,65 miliar dollar AS)
7. Chairul Tanjung (CT Corp, 3,6 miliar dollar AS)
8. Tahir (Mayapada Group, 3,5 miliar dollar AS)
9. Mochtar Riady (Lippo Group, 3 miliar dollar AS)
10. Jogi Hendra Atmadja (Mayora Group, 2,7 miliar dollar AS)

Hartono Bersaudara Paling Tajir di Tanah Air

Hartono Bersaudara, yakni Robert Budi dan Michael Hartono, kembali menempati posisi teratas daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes.

Dengan demikian, sudah 9 tahun mereka dinobatkan sebagai orang terkaya di Tanah Air.

Kekayaan Hartono bersaudara melonjak menjadi 32,3 miliar dollar AS dari sebelumnya 17,1 miliar dollar AS.

Peningkatan ini disebabkan kenaikan harga saham PT Bank Central Asia Tbk sebesar hampir 50 persen.

Sebagaimana diketahui, sebagian besar saham emiten berkode BBCA tersebut dikuasai keluarga Hartono.

Keluarga Hartono juga merupakan pemilik perusahaan rokok PT Djarum.

"Selama berpuluh-puluh tahun, pabrik rokok kretek Djarum merupakan sumber kekayaan keluarga Hartono, namun mereka dengan cerdas melebarkan sayap ke berbagai bidang lain, termasuk bidang perbankan dengan membeli saham BCA pada saat krisis keuangan Asia 1997-1998," tulis Forbes dalam keterangan resminya, Jumat (1/12/2017).

Tahun ini, keluarga Hartono meningkatkan jumlah kepemilikan saham mereka di BCA sebanyak 8 persen dari 47 persen menjadi 55 persen.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help