Kisah Tragis Hannibal, Panglima Legendaris Pasukan Gajah yang Memilih Bunuh Diri Daripada Menyerah

Meski hidupnya berakhir sangat tragis, Hannibal telah membuktikan ketangguhannya sebagai panglima perang

Kisah Tragis Hannibal, Panglima Legendaris Pasukan Gajah yang Memilih Bunuh Diri Daripada Menyerah
Fine Art America
Hannibal Barca 

BANGKAPOS.COM--Meski hidupnya berakhir sangat tragis, Hannibal telah membuktikan ketangguhannya sebagai panglima perang.

Baginya tak ada benteng yang terlalu kokoh untuk ditembus.

Bahkan Pegunungan Alpen yang menjadi benteng alam andalan Italia berhasil ditembus Hannibal dan pasukannya.

Sebagai tokoh kepahlawanan panglima perang, dan memiliki strategi tempur, Hannibal Barca sangat populer dalam bingkai sejarah Sebelum Masehi (SM).

merupakan panglima perang asal Kartago yang sanggup menghimpun kekuatan dan memukul mundur pasukan militer yang sangat kuat pada masa itu, Kaisar Romawi.

Pengunungan Alpen yang hingga saat ini merupakan benteng alam bagi Italia bahkan berhasil ditembus oleh pasukan Infantri dan kavaleri Hannibal yang terdiri dari satuan berkuda dan gajah.

Strategi Hannibal itu kemudian menjadi acuan para jenderal ketika PD II berkecamuk.

Di masa modern, berdasar pengalaman spektakuler pasukan Hannibal menembus Alpen, Italia sampai harus membentuk pasukan penjaga gunung yang tangguh (Alpen Troop).

Hannibbal lahir tahun 247 SM di Kartago (Tunisia) yang kala itu merupakan daerah jajahan Romawi.

Ayah Hannibal merupakan pejabat militer berpangkat jenderal, yakni Hamiclar Barca dan dipercaya untuk mengontrol salah satu wilayah di Kartago, Iberia.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help