Perayaan Maulid Nabi di Bangka Mirip Idul Fitri, Ini Amalan dan Keutamaan yang Sayang Disia-siakan

Di sejumlah tempat digelar tradisi makan bersama atau nganggung di langgar, musola dan masjid.

Perayaan Maulid Nabi di Bangka Mirip Idul Fitri, Ini Amalan dan Keutamaan yang Sayang Disia-siakan
bangkapos.com/nurhayati
Ilustrasi. Masyarakat Kampung Matras dan para siswa Setia Budi Sungailiat menganggung dulang membawakan makanan pada Adat Nganggung untuk santap siang para peserta Sungailiat Triathlon, Sabtu (19/4/2014) di Pantai Matras. 

BANGKAPOS.COM - Beberapa masyarakat di Pulau Bangka memiliki cara yang unik saat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Maulid Nabi adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad saw yang jatuh pada 12 Rabiul Awal (kalender Islam).

Tahun ini, Maulid Nabi bertepatan pada Jumat (1/12/2017).

Di sejumlah tempat digelar tradisi makan bersama atau nganggung di langgar, musola dan masjid.

Biasanya juga diisi ceramah agama dan doa bersama.

Baca: Bolehkah Puasa Saat Maulid Nabi Muhammad SAW, Ini Penjelasan Beserta Amalannya

Tradisi itu dilakukan secara turun temurun.

Tak mengherankan, generasi kelahiran tahun 80-an ke bawah banyak yang merasakan suasana nganggung.

Nganggung tidak hanya pada Maulid Nabi saja, karena saat Tahun Baru Islam dan hari-hari besar Islam lainnya juga digelar hal serupa.

Namun, selain nganggung di beberapa desa juga ada masyarakatnya merayakan Maulid Nabi layaknya lebaran Idul Fitri maupun Idul Adha.

Desa Kace, Desa Kemuja, Desa Balunijuk di Kabupaten Bangka misalnya, merayakan Maulid Nabi seperti halnya suasana Idul Fitri dan Idul Adha.

Di rumah-rumah warga, tersedia makanan khas lebaran.

Selain menjadi momen silaturahmi antarkeluarga dan tetangga, suasana itu menjadi daya tarik kunjungan warga lain ke desa-desa tersebut.

Warga dari luar desa ikut meramaikan suasana tersebut.

Mereka ikut larut dalam kebahagiaan.

Keutamaan dan Amalan Utama Maulid

Malam kelahiran Nabi adalah malam yang sangat mulia.

Tidak ada anjuran khusus dalam mengamalkan peringatan tersebut.

Umat Islam hanya dianjurkan membaca shalawat nabi sebanyak-banyaknya.

Shalawat nabi ini sebagai ungkapan rasa cinta kepada Baginda Rasul.

Shalawat nabi itu dapat dibaca pagi, siang, sore, atau setelah mengerjakan salat lima waktu.

Selain itu, membaca shalawat nabi juga memiliki 5 keutamaan, antara lain:

1. Dikabulkan doanya

"Setiap doa akan terhalang (untuk dikabulkan) hingga dibacakan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya." (HR Thabrani).

2. Dijanjikan pahala berlipat

Rasuullah SAW bersabda,

"Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali." (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i).

3. Diangkat derajatnya

'Barang siapa di antara umatmu yang bershalawat

kepadamu sekali, maka Allah menuliskan baginya

sepuluh kebaikan, menghapuskan dari dirinya

sepuluh keburukan, meninggikannya sebanyak

sepuluh derajat, dan mengembalikan kepadanya sepuluh derajat pula'. (HR Ahmad).

4.Dikumpulkan di surga bersama Nabi

"Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat ialah yang paling banyak membaca shalawat kepadaku." (HR Tirmidzi).

5. Mendapatkan syafaat Nabi

"Sesungguhnya orang yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya

sepuluh kali. Lalu, mintalah kepada Allah wasilah untukku karena wasilah adalah sebuat tempat di

surga yang tidak akan dikaruniakan, melainkan kepada salah satu hamba Allah. Dan, aku berharap

bahwa akulah hamba tersebut. Barang siapa memohon untukku wasilah, maka ia akan meraih syafaat." (HR Muslim).

Tak hanya membaca selawat umat Islam juga dianjurkan sedekah, berbuat kebaikan, bersolek diri dan mengungkapkan kebahagiaan di hari Maulid Nabi. 

Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help