Tim Geopark UBB Gali ‘Harta Karun’ Pulau Begadung, Ditemukan Batu Aneka Warna

Pada pulau seluas tujuh hektar itu, tim menemukan formasi batu metamorf unik dan aneka warna yang tersusun indah di tepi pantai.

Tim Geopark UBB Gali ‘Harta Karun’ Pulau Begadung, Ditemukan Batu Aneka Warna
ist
HARTA KARUN -- Prof Dr Ir AgusHartoko MSc (kanan) dan Yusuke Higaki (Director Asia Infrastructure Corporation, Japan) menyaksikan fenomena batu metamorf yang tersusun indah di hampir semua pantai Pulau Begadung. Batuan unik ini salah satu bagian dari tumpukan ‘harta karun’ yang dimiliki pulau tak berpenghuni itu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Tim ekspedisi Geopark dan Marine Park Universitas Bangka Belitung (UBB) yang diketuai Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc (Wakil Rektor 2 UBB),  Rabu (29/11/2017) siang hingga jelang Magrib, sukses menggali ‘harta karun’  di Pulau Begadung, Sungai Selan, Bangka Tengah.

Tim UBB  (Prof Agus Hartoko,  Eddy Jajang J Atmaja dan Basuki) didampingi Yusuke Higaki (Director Asia Infrastructure Corporation, Japan) dan Ivo Setiono (Program Director Urban and Regional Development Institute, Jakarta),  menyelusuri Begadung; sebuah  pulau tanpa penghuni yang terletak  di Barat Daya Pulau Bangka.  

Pada pulau seluas tujuh hektar itu,  tim menemukan formasi batu metamorf unik dan aneka warna yang tersusun indah di tepi  pantai.  Batuan ini  semula berasal dari dasar laut namun karena proses geologis jutaan tahun lalu,  naik ke atas  permukaan (up lift) akibat dorongan kuat (endogenik) dari bawah laut.

“Beraneka warna karena formasi bebatuan itu memiliki kandungan mineral yang berbeda,” jelas  Agus Hartoko  kepada Yusuke Higaki dan Ivo Setiono.

Guru besar di bidang kelautan ini mengkelaskan  bebatuan yang terserak di Pantai Begadung dalam tiga kategori, yaitu memorf, granit dan kuarsa. Sementara guratan putih bagai madu lilin di setiap bantu menandai proses pemasan bertemu dengan cuaca dingin.

“Yang menarik, selain warnanya,  arah miring bebatuan seragam ke satu arah, dan bercahaya bagaikan  kristal.  Itu semua menandai rekaman proses alam yang terjadi jutaan,  bahkan  miliaran tahun lalu,” ujar Agus Hartoko. 

Pulau Begadung satu dari lima pulau di Barat Daya Pulau Bangka. Pulau lainya itu adalah Pelepas, Lampu, Tikus dan Nangka.  Namun Pulau Lampu dan Begadung  saja yang tidak dihuni warga. Karena itu pula maka rekaman  proses alam itu tak sedikitpun ditanggu tangan-tangan jahil manusia.  

Pendapat senada juga dikemukakan Abang S Wanto (65), ahli waris empunya Pulau Begadung.  Menurut  Abang,  pantai berpasir putih Begadung menjadi ‘surga’ hewan Penyu melepaskan  telur ke dalam lubang yang sengaja dibuat hewan melata itu. 

“Di sini tidak ada binatang buas, sehingga penyu suka bertelur di sini.  Pengunjung pun tak usah takut, apakah saat  menyelusuri pulau atau  naik ke atas ketinggian pulau,” ujar Abang S Wanto.

Pulau Begadung kaya dengan harta ‘karun’ yang membuat orang kaya mendadak.  Sekitar lima kilometer dari garis pantai ketika air pasang, tepatnya di tebing-tebing pulau, akan mudah dijumpai sejumlah gua-gua yang didiami burung walet.  Namun karena pulau ini dipercaya ada ‘penunggunya’, tak seorang pun yang  berani mengambil sarang walet.

Halaman
123
Penulis: Dody
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help