Awas Ayunan di Hutan Wisata Sungailiat Rusak

Fasilitas umum di hutan Sungailiat rusak, Kepala Lingkungan Bukit Betung harap diperbaiki

Awas Ayunan di Hutan Wisata Sungailiat Rusak
(ist/yus rizal)
Kondisi ayunan di Hutan Wisata Sungailiat yang sudah rusak sehingga dikhawatirkan membahayakan anak-anak saat bermain. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Beberapa fasilitas umum permainan anak-anak seperti ayunan, perosotan, tali temali dan permainan lainnya yang belum lama dibangun oleh pemerintah di Hutan Sungailiat sudah rusak.

Kerusakan terutama terlihat pada ayunan yang besi penyanggahnya sudah patah sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan anak-anak jika menggunakan ayunan itu.

"Kerusakan sarana bermain tersebut khusus ayunan baru terlihat satu hingga dua bulan belakangan ini. Awalnya cuma satu tiang, tetapi hingga ke bulan ini sudah menjadi empat tiang ayunan yang patah," ungkap Kepala lingkungan Bukit Betung Yus Rizal, Minggu (3/12/2017).

Dia menilai kerusakan tersebut, kemungkinan disebabkan dibuat dari jenis besi yang tipis, tidak ada penyanggah tiang  agar tahan getaran, dan digunakan oleh orang dewasa. Padahal sarana bermain di khususkan untuk anak-anak dibawah umur 12 tahun.

Yus Rizal berharap kerusakan ayunan itu segera diperbaiki agar tidak membahayakan dan tidak menimbulkan korban.

Apalagi  permainan anak-anak itu digunakan oleh anak-anak yang seyogyanya memang tempat mereka senang-senang dan bermain dengan bahagia bukan orang dewasa.

Selain itu dia menyarankan adanya papan info atau spanduk peringatan yang berfungsi memberitahu sarana ini khusus anak-anak. Serta melampirkan nomor telpon pemadam kebakaran dan ambulance.

"Sarana ruang terbuka hijau dan bermain sangat bagus di wilayah hutan lindung, apalagi di khususkan untuk anak-anak. Keluhan kami tidak ada penjaga apakah Satpol PP atau honorer.  Kami berharap dengan penjagaan tersebut, jauh dari kenakalan remaja, seperti pacaran, minum-minuman, dan lainnya" ungkap Yus Rizal.

Menanggapi kerusakan permainan anak-anak tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Meinalina mengatakan proyek pembuatan permainan anak-anak itu dibangun oleh Satker Pekerjaan Umum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Bukan kita yang bangun tetapi dari satker pu provinsi. Proyek tersebut anggarannya dari mereka kita cuma mendapatkan sarana bermain itu, mereka yang bangun. Saat pembangunan mereka hanya memberitahu saja," jelas Meinalina.

Menurutnya jika belum habis masa pemeliharaannya maka pihak ketiga yang membangun fasilitas permainan anak-anak tersebut seharusnya bisa memperbaikinya.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help