BangkaPos/

Ngeri, Pria dengan 'Indera Keenam' Ramalkan Tsunami Besar Akan Hantam Asia di Bulan Desember

Babu Kalayil memperingatkan gempa dahsyat dapat mengguncang Samudera Hindia pada bulan Desember dan memicu tsunami besar

Ngeri, Pria dengan 'Indera Keenam' Ramalkan Tsunami Besar Akan Hantam Asia di Bulan Desember
AP Photo
Bencana gempa dan tsunami di Aceh, 2014 silam. 

BANGKAPOS.COM--Seorang pria dari pakistan yang mengklaim memiliki "indera keenam" mengirim sebuah surat kepada Perdana Menteri India Narendra Modi.

Pria itu memprediksi sebuah tsunami dahsyat akan terjadi pada akhir 2017.

Menurut Express, Senin 6 November 2017, dalam surat yang ia dikirim pada bulan September, Babu Kalayil memperingatkan gempa dahsyat dapat mengguncang Samudera Hindia pada bulan Desember dan memicu tsunami besar yang akan mempengaruhi tujuh negara Asia, termasuk Pakistan, India dan Indonesia.

Sementara media massa di India mungkin menertawakan peringatannya, nampaknya pemerintah Pakistan tidak memandang ringan surat peringatan itu --karena para pejabat telah memulai persiapan untuk menghadapi potensi bencana alam itu.

Di suratnya, Kalayil menulis: "Di Samudra Hindia akan ada gempa yang terjadi sebelum 31 Desember 2017.

"Gempa yang kuat ini bisa tersebar ke seluruh pesisir kawasan kontinental Asia. Apalagi efek ini bahkan akan menggantikan batas pantai laut. "

Surat tersebut kemudian memperingatkan bahwa 11 negara Asia dapat terkena dampak gempa tersebut, termasuk China, India, Jepang, Nepal, Indonesia dan Afghanistan.

Sekarang, surat lain tengah diributkan di media sosial. Surat yang dibuat Otoritas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Gempa (ERRA) Pakistan dan ditandatangani wakil ketua, dituduh telah memerintahkan prosedur operasi standar (SOP) mengenai penanganaan masalah tersebut segera dipersiapkan.

Surat itu keluar akibat akibat surat peringatan pria dengan 'indera keenam' itu.

Surat kedua dari ERRA tampaknya menunjukkan bahwa prediksi absurd telah dianggap serius oleh pejabat di Pakistan.

Halaman
123
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help