Teddy Sudarsono Sebut Pariwisata di Bangka Jalan Ditempat

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Bangka Teddy Sudarsono pariwisata di Kabupaten Bangka belum maksimal.

Teddy Sudarsono Sebut Pariwisata di Bangka Jalan Ditempat
Bangka Pos /Nurhayati
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Bangka Teddy Sudarsono saat membuka sosialisasi tentang pariwisata, Sabtu (2/12/2017) di Ruang Rapat Bangka Bermartabat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Bangka Teddy Sudarsono mengakui mengembangan pariwisata di Kabupaten Bangka belum maksimal dan masih kalah bersaing dengan daerah lain.

Dirinya  mencontohkan seperti di Lombok yang pemerintah daerah, pengusaha dan masyarakatnya serius mengarap pariwisata.

 "Pantai kita indah tapi pengorganisian kita kalah. Oleh karena itu diharapkan dari kegiatan ini bisa memberikan masukan penting bagi sektor pariwisata. Imbas bencana Gunung Agung para wisatawan mencari altenatif lain, namun promosi kita kurang karena dukungan dana tidak tersedia,"  ujar Teddy saat sosialisasi tentang pariwisata di Ruang Rapat Bangka Bermartabat, Sabtu (2/12/2017).

"Kita kalah dengan daerah lain di garda pariwisata. Tidak ada sinergi positif antara pengusaha, pemerintah dan masyarakat. Makanya dinas pariwisata pemuda dan olahraga mengangkat kembali sinergitas dunia pariwisata ini, bukan main-main," tegasnya

Mantan Kadisparpora Kabupaten Bangka ini, menilai pengembangan pariwisata jalan ditempat karena banyak kendala, salah satunya soal pembiayaan.

Ditambah lagi adanya pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat di tengah pendapatan asli daerah (PAD) masih mengalami fluktuatif.

" Untuk mengejot pariwisata adalah pelaku usaha.  Harus sepenuhnya mengakomodir pernak-pernik pariwisata di Kabupaten Bangka. Kalau tidak diterapkan seperti ini maka rapat ini hanya datang, dihadiri, kemudian pulang," ungkap Teddy.

Selain itu menurut Tedy penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) masyarakat harus berperan aktif. Sehingga sinergisitas antara pelaku dapat terjalin baik.

 "Kalau KEK sudah rampung disetujui, banyak sekali keterlibatan masyarakat baik dari pelaku seninya, home industri, kuliner, pariwisata dan yang lainnya.

Kita harus optimis melihat ke depan jangan melihat ke belakang tidak akan maju, pakai kacamata positif. Yang punya KEK lahannya bukan digusur tapi sinergis dengan pengelola KEK," ucapnya.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help