Achmad Mochtar, Dokter Ahli Kusta yang Dihukum Mati Jepang, Ini 5 Dokter Hebat di Zaman Belanda

Dokter-dokter Indonesia ini, yang beberapa di antaranya pernah belajar di Belanda untuk pelatihan ilmu kedokteran lanjutan

Achmad Mochtar, Dokter Ahli Kusta yang Dihukum Mati Jepang, Ini 5 Dokter Hebat di Zaman Belanda
Wikipedia
Dokter hebat Indonesia pada zaman penjajahan Belanda 

BANGKAPOS.COM - Selama 90 tahun, dari 1852 hingga 1942, Jurnal Kedokteran Hindia Belanda (Geneeskundig Tijdschrift voor Nederlandsch Indië), merupakan jurnal kedokteran terpenting di Indonesia pada masa penjajahan Belanda.

Jurnal tersebut menerbitkan artikel-artikel tentang penelitian dan perawatan medis.

Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia meluncurkan sebuah buku yang ditulis oleh sekelompok dokter Belanda dan sejarawan medis, salah satunya saya sendiri, yang memberikan ikhtisar isi jurnal tersebut.

Jurnal ini awalnya hanya menerbitkan artikel-artikel dari dokter asal Eropa.

Namun pada abad ke-20, sejumlah dokter lulusan dari STOVIA (School ter Opleideing van Inladsche Artsen), sekolah kedokteran bagi penduduk asli Indonesia yang lalu berubah nama menjadi Batavia Medical School, juga menerbitkan artikel di jurnal tersebut.

Dokter-dokter Indonesia ini, yang beberapa di antaranya pernah belajar di Belanda untuk pelatihan ilmu kedokteran lanjutan, lalu menjadi para pemimpin dan pembina pendidikan, perawatan, dan penelitian medis di Indonesia.

Berikut ini lima dokter pada era kolonial yang paling terkemuka.

Baca: Ayu Ting Ting dan Raffi Ahmad Sengaja Duduk Berduaan di Pesawat, Makin Jadi Nih Orang

Sardjito

Sardjito, rektor pertama dan salah seorang pendiri Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, menerbitkan 29 artikel pada Jurnal Kedokteran Hindia Belanda.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved