Anak Penjual Rujak Cingur Ini Bakal Jadi Panglima TNI, Terbilang Cepat, Inilah Perjalanan Karirnya
Karier Hadi berlanjut setelah dirinya dilantik oleh Jokowi sebagai KSAU. Otomatis, Hadi mendapat kenaikan pangkat kembali. Pangkatnya naik dari ...
BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto, menjadi calon tunggal yang diajukan sebagai pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo, selaku Panglima TNI.
Diketahui, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, mengatakan pihaknya sudah menerima surat pengajuan pergantian Panglima TNI dari Presiden Joko Widodo, Senin (4/12/2017).
Baca: Makan Tanaman di Halaman Lapas, 8 Keledai Ini Rasakan Penjara Selama Empat Hari
Perjalanan Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mencapai titik ini, terbilang sangat cepat. Penasaran? Mari simak perjalanan karier Hadi Tjahjanto berikut.
Baca: Berdasarkan Zodiak, Inilah Nasib Percintaan Kita Tahun 2018, Ada yang Move On dari Mantan
Hadi memulai kariernya sebagai pilot pesawat angkut Cassa di Skadron 4 yang bermarkas di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.
Tugas Skadron 4 saat itu adalah mengoperasikan pesawat angkut ringan untuk Operasi Dukungan Udara, SAR terbatas, dan kursus penerbang pesawat angkut.
Baca: Di Usia 46 Tahun, Wanita Ini Jadi Orang Terkaya Indonesia, Punya Harta Rp 11 Triliun
Suami Nanik Istumawati itu sempat menjabat sebagai Kepala Seksi Latihan Skadron 4 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh (1993) di awal kariernya. Namun, pada 2001 Hadi mulai menapaki jenjang tinggi di Angkatan Udara, yakni sebagai Komandan Satuan Udara Pertanian Komando Operasi Angkatan Udara I.
Setelah sempat menjabat di berbagai posisi dan tempat berbeda, tahun 2010, Hadi menduduki posisi sebagai Komandan Pangkalan Udara Adi Sumarmo, Jawa Tengah, saat Jokowi masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Dia juga pernah menjabat sebagai Direktur Operasi dan Latihan Basarnas pada 2011-2013 dan meraih bintang satu pada tahun 2011.
Kariernya berlanjut dengan menjabat Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara pada 2013-2015, perlu diketahui pada masa inilah nama Hadi mulai dikenal publik.
Baca: Donald Trump Bakal Umumkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Negara Israel
Ia kemudian menjabat Komandan Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang pada 2015. Tak sampai setahun menjabat, Hadi kemudian didapuk sebagai Sekretaris Militer Presiden. Mutasi dan promosi personel TNI itu tertuang dalam Keputusan Panglima TNI nomor: Kep/593/VII/2015 tanggal 25 Juli 2015.
Belum genap setahun menjabat lagi, Hadi dipromosikan menjadi Irjen Kementerian Pertahanan. Dia pun menyandang bintang tiga di pundak, yakni Marsekal Madya.