BangkaPos/

2017 Pelanggaran Lantas di Babel Capai 21.523 Kasus, 140 Orang Meninggal di Jalan

Sepanjang tahun 2017 sebanyak 140 orang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meninggal dunia di jalan akibat Lakalantas

2017 Pelanggaran Lantas di Babel Capai 21.523 Kasus, 140 Orang Meninggal di Jalan
Bangka Pos / Dedy Marjaya
Wakapolda Kombes (Pol) Tantan Sulistiyana foto bersama dengan peserta rakernas fungsi lalulintas di Hotel Novotel Pangkalpinang Rabu (6/12/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA-Sepanjang tahun 2017 sebanyak 140 orang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meninggal dunia di jalan akibat Lakalantas dengan korban luka berat 131 orang dan 134 luka ringan.
Ini menunjukan angka lakalantas di Bangka Belitung masih tinggi.

Terjadi penurunan dibandingkan dengan 2016 dengan 164 orang meninggal, 98 orang luka berat dan 114 orang luka ringan.

"Walaupun mengalami penurunan namun masih tergolong tinggi angka lakalantas dan harus menjadi perhatian bersama dengan dukungan dari stakeholder serta masyarakat," ujar Wakapolda Kombes (Pol) Tantan Sulistyana usai membuka Rakernis Lalu Lintas Polda Bangka Belitung di Novotel Pangkalpinang Rabu 6/12/2017).

Menurut Kombes (Pol) Tantan Sulistiyana jajarannya telah melakukan berbagai upaya guna menekan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas. Namun memang kesadaran tertib berlalulintas di Bangka Belitung masih rendah.

Diharapkan perlahan angka pelanggaran dan lakalantas di jalan raya terus menurun.
Berdasarkan data tahun  2017 terjadi 21.523 pelanggaran.

Rinciannnya 17.808 pelanggar dikenakan tilang dan 3.715 diberikan teguran teguran.
Sementara  tahun 2016 terjadi 20.543 pelanggaran, terdiri 16.638 tilang dan 3.905 teguran.

Kombes (Pol) Tantan Sulistiyana mengatakan polantas harus memiliki inovasi dan terobosan baru berbasis teknologi yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan begitu, target utama dalam terus menurunkan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas dapat tercapai. 

"Evaluasi setiap pelaksanaan tugas saat terjadi lalu lintas dan pelanggaran. Atau kejadian yang menonjol di jalan raya. Harus bersinergi juga dengan stakeholder dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat," ujar Kombes (Pol) Tantan Sulistiyana.(*)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: zulkodri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help