Dituntut Satu Tahun Panglima Budi Tikal Bakal Membela Diri

Tuntutan dibacakan jaksa setelah beberapa rangkaian sidang, mulai dari dakwaan hingga pemeriksan aksi atau ahli dilakukan

Dituntut Satu Tahun Panglima Budi Tikal Bakal Membela Diri
Bangkapos/Fery Laskary
Tubagus Budi Firbani alisa Budi Tikal Alias Panglima saat menjalani sidang di PN Sungailiat beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

 BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Terdakwa Tubagus Budi Firbani alias Budi Tikal alias Panglima (42), dituntut pidana penjara selama 1 tahun.

Ancaman jaksa tersebut bakal mendapat perlawanan dari terdakwa dalam agenda sidang pledoi, pekan depan.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Sarah Louis Simanjuntak diwakili Humas II, R Narendra Mohni kepada Bangka Pos Group, Rabu (6/12/2017) menyatakan, proses sidang perkara ini sudah hampir sampai puncak.

Pada tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bangka meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun pada terdakwa.

"Saat sidang Selasa (5/12/2017) kemarin, Jaksa tuntut satu tahun penjara," kata Kiki, sapaan akrab R Narendra Mohni.

Tuntutan dibacakan jaksa setelah beberapa rangkaian sidang, mulai dari dakwaan hingga pemeriksan aksi atau ahli dilakukan.

Majelis Hakim, dipimpin Jonson Parancis kemudian memberikan kesempatan kepada Terdakwa Tubagus Budi Firbani alias Budi Tikal alias Panglima untuk membela diri dalam agenda sidang berikutnya, pledoi.

"Kita beri kesempatan kepada terdakwa, pada sidang Selasa depan. Yaitu kesempatan bagi terdakwa membela diri," kata Kiki, memberikan keterangan ke wartawan didampingi Ketua Majelis Hakim, Jonson Parancis.

Sebelumnya disebutkan, Tubagus Budi Firbani alias Budi Tikal diduga menjadi otak kerusuhan di Jeliti Sungailiat Bangka, 15 Januari 2015 silam.

Pria yang mendapat julukan Panglima itu diduga sebagai otak, sekaligus melakukan penyerangan pada para penambang timah di wilayah setempat. Aksi Panglima dan rekan-rekannya menggunakan senjata tajam.

Sayang, usai kejadian, Panglima disebut-sebut menghilang, dan polisi menyatakan dia sebagai buronan, masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Panglima ditangkap dua tahun kemudian, di Jawa Barat, Tahun 2017, dan Panglima kemudian dijebloskan dalam penjara.

Soal tuduhan polusi, mendapat sanggahan dari terdakwa  maupun kakak perempuannya, yaitu Linda Christanty (47) di media sosia dan juga langsung ke wartawan.

Mereka beranggapan penangkapan itu tidak sah dan dipaksakan. Namun Kapolres Bangka AKBP Johannes Bangun membantah tudingan miring soal penangkapan yang dilakukan anggotanya pada Panglima. Kapolres juga memastikan, penangkapan tersebut sah, sesuai presedur.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved