BangkaPos/

Ini Penjelasan Panglima TNI soal Mutasi 85 Perwira Tingggi

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan mutasi jabatan 85 Perwira Tinggi bukan kebijakan yang diambil secara mendadak.

Ini Penjelasan Panglima TNI soal Mutasi 85 Perwira Tingggi
Tribunnews.com
Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, usai memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pilkada 2017 di Hotel Bidakara, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan mutasi jabatan 85 Perwira Tinggi (pati) di lingkungan TNI pada Selasa lalu (4/12), bukanlah kebijakan yang diambil secara mendadak.

Walaupun kebijakan tersebut diputuskan di hari yang sama Presiden RI Joko Widodo mengirimkan surat ke DPR terkait pencalonan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai pengganti Gatot Nurmantyo, namun pembahasannya sudah dilakukan dari jauh-jauh hari.

"Kalau (kebijakan) itu ' ujug-ujug' (red: mendadak) saya keluarkan tanggal lima sudah tepat," ujarnya kepada wartawan di komplek parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2017).

Baca: Jelang Pergantian Panglima TNI, Jenderal Gatot Mutasi 85 Pati, Suami Bella Saphira Dapat Jabatan Ini

Mutasi jabatan itu dilakukan atas dasar Surat Keputusan (SK) Panglima TNI Nomor Kep/982/XII/2017, tanggal 4 Desember 2017 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.

Sementara rapat untuk membahas kebijakan tersebut yang dihadiri pejabat-pejabat dari setiap matra, sudah digelar sejak 30 November lalu.

Sementara menurut Panglima TNI ia baru tahu soal surat pencalonan Hadi Tjahjanto pada Selasa kemarin.

Baca: Warganet Heran Karier Calon Panglima TNI Marsekal Hadi Melejit Hanya Dalam Waktu 3 Tahun

Ia mengetahui Presiden telah mengajukan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) sebagai calon tunggal Panglima TNI, setelah ia dibubungi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.

"Pak Pratik menyampaikan, pak panglima saya sudah menyerahkan surat presiden kepada DPR mencalonkan Pak Hadi," ujarnya.

Baca: Rekam Jejak Calon Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto

Gatot Nurmantyo mengakui, bahwa jika ia tahu surat terkati pengusulan Hadi Tjahjanto sudah dikirimkan, maka ia tidak boleh mengambil kebijakan rotasi karena asas kepatutan.

Namun yang terjadi pada kebijakan mutasi 85 pati TNI pada Selasa lalu, tidak lah seperti itu.

"Walaupun secara legalitas boleh, tapi secara etika tidak," ujarnya. 

(Tribunnews.com/Nurmulia Rekso Purnomo)

Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help