BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Selain Lada, Pemkab Bangka Juga Upayakan Tingkatkan Harga di Komoditas Lain

Selain kerjasama soal lada, kedepannya Pemkab Bangka mencari alternatif lainnya untuk meningkatkan harga jual komoditas seperti Karet dan lainnya.

Selain Lada, Pemkab Bangka Juga Upayakan Tingkatkan Harga di Komoditas Lain
Bangkapos/Riyadi
Getah karet yang yang masih di cepek (mangkuk karet) di kebun karet petani di Desa Pangkal Niur Kecamatan Riausilip 

Laporan wartawan Bangka Pos, Nurhayati 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Bupati Bangka Tengah, H Tarmizi Saat mengatakan selain kerjasama soal lada, kedepannya pihaknya juga mencari alternatif lainnya untuk meningkatkan harga jual komoditas seperti Karet dan lainnya.  

"Langkah berikutnya mungkin nanti perlu perjanjian antara Indonesia dengan Turki dengan membentuk sister city antara Pangkalpinang atau Sungailiat dengan salah satu kota di Turki sebagai ikatan batin agar kerjasama dengan Pemerintah Turki lebih kuat," ujarnya, Rabu (6/12/2017)

Mengenai sosialisasi kepada petani, lanjut Tarmizi  akan dilakukan jika usaha yang dilakukan Pemkab Bangka berhasil.

"Ini bukan sekedar wacana karena ini sebagai upaya harga lada ini meningkat, yang penting bagi Kabupaten Bangka sampai ke petani itu harganya tinggi. Tugas budidaya kualitas perendaman dan lainnya itu tugas pemerintah daerah. Tentu kata pembeli boleh harga tinggi tapi syaratnya apa, kita siapkan prosesnya. Ini bukan wacana ini upaya," tegas Tarmizi.

Baca: Kerjasama Turki - Bangka Soal Lada, Tarmizi Sebut Pihak Turki Minta 10.000 Ton Lada

Dikatakan Tarmizi untuk meningkatkan harga misalnya komoditi karet tidak hanya dijadikan ban saja tetapi bisa juga dilakukan inovasi baru untuk bahan campuran aspal.

"Kita bertemu dengan BPPT bersama dengan balitbang, kementerian PU  menanyakan soal karet apakah  sebagai bahan baku jalan atau aspal campur karet, plastik sudah bisa kenapa tidak. Nanti kita akan panggil kontraktor yang punya MP coba dulu misalnya satu kilo. Jadi harus banyak inovasi tidak bisa menunggu kita," ucap Tarmizi.

" Harga Ubi juga sama tidak bisa menunggu tidak bisa Simsalabim. Saya tahu  petani marah itu yang pertama harga karet jatuh, harga lada jatuh ini kan bukan masalah kabupaten tetapi juga nasional. Ubi juga sama maka kita sudah berupaya bangun pabriknya menyiapkan sarana produksinya upaya ini kita berharap bisa berhasil," kata Tarmizi optimis. (Nurhayati/Zulkodri)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help