BangkaPos/

Hasil Olah TKP, Inilah Penyebab Mahasiswi UIN yang Jago Karate Tewas di Kosan

Mahasiswi jurusan Fakultas Syariah dan Hukum itu ditemukan tak bernyawa pertama kali oleh sepupunya.

Hasil Olah TKP, Inilah Penyebab Mahasiswi UIN yang Jago Karate Tewas di Kosan
Facebook
Karmila bersama temannya di sela latihan bela diri 

BANGKAPOS.COM - Penyidik Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Gowa bertindak cepat atas informasi penemuan mayat di Jl HM Yasin Limpo, Kampung Mala’lang, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (5/12/2017).

Kabar menghebohkan ini beredar sekitar pukul 7:30 Wita. Informasi ini langsung menggegerkan warga sekitar.

Mayat tersebut ditemukan di sebuah rumah kos dekat kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin.

//

Baca: Mahasiswi UIN Unggah tentang Kehamilan Luar Nikah Sebelum Tewas Mengenaskan

Diketahui mayat tersebut adalah Karmila (18), mahasiswi  mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Samata, Kabupaten Gowa.

Karmila (jilbab merah)/Facebook
Karmila (jilbab merah)/Facebook ()

Mahasiswi jurusan Fakultas Syariah dan Hukum itu ditemukan tak bernyawa pertama kali oleh sepupunya, Wawan.

Setelah mendapat laporan dari Wawan, polisi langsung bergerak cepat.

Menurut Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Darwis Akib, dugaan sementara polisi bahwa almarhumah terjatuh karena lantai licin.

"Kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan," papar Darwis.

Baca: Mahasiswi UIN Tewas di Kamar Kos 7 Bulan Usai Teken Surat Calon Mayat

Meskipun demikian, pihaknya masih menunggu hasil dari tim Biddokes Bhayangkara Makassar untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum, dan kami juga masih melakukan juga penyelidikan," kata Darwis Akib.

Baca: Yuk, Intip 9 Sosok Calon Pendamping Jokowi di Pilpres 2019, Ada yang Bertato Loh!

Mayat sedang berada di RS Bhayangkara Makassar untuk dilakukan visum guna kepentingan penyelidikan pihak kepolisian.

Polisi masih melakukan otopsi untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya mahasiswi yang juga jago bela diri ini.

Polisi membutuhkan hasil otopsi untuk segera melakukan penyidikan.

Hal ini pun diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) pasal 133 ayat 1, 2, dan 3.

Baca: Tak Disangka Marsekal Hadi Tjahjanto Jawab Begini saat Ditanya soal Kumisnya

Otopsi (juga dikenal pemeriksaan kematian atau nekropsi) adalah investigasi medis jenazah untuk memeriksa sebab kematian.

Kata "otopsi" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "lihat dengan mata sendiri".

"Nekropsi" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "melihat mayat".

Ada 2 jenis otopsi:

Forensik: Ini dilakukan untuk tujuan medis legal dan yang banyak dilihat dalam televisi atau berita.

Klinikal: Cara ini biasanya dilakukan di rumah sakit untuk menentukan penyebab kematian untuk tujuan riset dan pelajaran.

Baca: Wanita Ini Selamatkan Sunan Kalijaga dari Godaan Jennifer Dunn, Cantik Suka Nembak

Ini foto-foto almarhumah di akun media sosialnya: 

Facebook
Facebook ()
(Tribun Timur/Waode Nurmin)
 
 
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help