BangkaPos/

Impian Nafal Keliling Dunia dengan Sepeda Berakhir di Perbatasan India-Nepal, Ini Video Terakhirnya!

Nafal diduga mengalami kecelakaan dan terjatuh ke jurang sebagaimana terlihat dari foto-foto yang dibuat otoritas India dan tersebar di media sosial.

Impian Nafal Keliling Dunia dengan Sepeda Berakhir di Perbatasan India-Nepal, Ini Video Terakhirnya!
Facebook
Pesepeda jarak jauh asal Indonesia, Nafal Quryanto dikabarkan meninggal di Uttarakhand, India karena kecelakaan 

BANGKAPOS.COM--Umartono Nafal Quryanto (28), seorang pesepeda jarak jauh asal Indonesia, meninggal dunia saat menyusuri jalan pegunungan di Negara Bagian Uttarakhand, India, dekat perbatasan dengan Nepal.

Nafal diduga mengalami kecelakaan dan terjatuh ke jurang sebagaimana terlihat dari foto-foto yang dibuat otoritas India dan tersebar di media sosial. 

Kondisi sepeda Nafal yang ringsek ditemukan di dasar jurang.
Kondisi sepeda Nafal yang ringsek ditemukan di dasar jurang. (istimewa)

Bujangan yang tinggal di Bogor, Jawa Barat itu memulai perjalanan impiannya keliling dunia dengan sepeda tepat di hari ulang tahunnya ke-28 pada 11 Mei 2017.

//

Selama tiga tahun ia mempersiapkan perjalanan keliling dunia dengan sepeda itu, mulai dari perencanaan, merancang rute, dan menabung.

Ia juga berdiskusi dengan sejumlah pengelana sepeda jarak jauh seperti dr Aristi Pradjwalita yang sudah pernah menyusuri jalur sepeda di Asia Tenggara sampai ke China.

"Staf KBRI di New Delhi, Novandri Wibowo kemarin sore menghubungi aku dan temanku. Kami awalnya belum percaya, lalu dikirimi foto ID dan sepedanya. Baru kami telepon kakaknya. Tapi kami belum pastikan sampai tadi pagi dapat kabar lagi bahwa jenazahnya ada di rumah sakit kecil di Uttarakhand," tutur Aristi kepada Warta Kota.

Nafal memulai perjalanannya dari Batam menyeberang ke Singapura dan menyusuri sejumlah negara seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, Laos. Dengan ciri khas selalu mengenakan topi SD, ia mengunggah perjalanannya di media sosial Facebook.

Nafal saat melintas Jodhpur, India.
Nafal saat melintas Jodhpur, India. (facebook)

Setelah enam bulan di jalan ia merasa jenuh dan kembali ke Thailand. Menurutnya suasana dan pemandangan di negara-negara tersebut relatif sama dengan di Tanah Air. Bahkan menurutnya Indonesia lebih indah dan kompleks.

Ia lalu kembali ke Bangkok dan terbang ke India lalu memulai perjalanan bersepedanya dari Jaipur pada 18 Oktober 2017. Dari sana ia menyusuri sejumlah negara bagian seperti Pushkar, Agra, Jodhpur, dan Uttarakand dekat perbatasan India dan Nepal.

Ia sempat berencana menuju Negara Bagian Himachal Pradesh dengan menyusuri rute Manali menuju Leh yang melintasi kaki Pegunungan Himalaya.

Namun rencana tersebut diurungkan karena rute tersebut telah ditutup otoritas setempat berkaitan dengan banyaknya longsoran salju pada musim dingin sekarang ini.

Ia lalu berbelok ke Uttarakhand dan menuju ke perbatasan Nepal. Dari situ ia rencananya pulang ke Indonesia pada Januari 2018.

Nafal di Taj Mahal.
Nafal di Taj Mahal. (facebook)

Nafal sempat terpesona saat mengunjungi Taj Mahal yang merupakan impiannya sejak masa kanak-kanak. Tentang Taj Mahal ini ia menuliskan kesannya sebagai berikut :

Do you know how awesome your day is when your dreams come true?!!

Since i was kid, i always dreaming to see places which always inspire me. Buildings, Landscape, People, Animals and slowly i make my dream come true, one of my dreams is to see Taj Mahal.

Sitting next to the one and only Beautiful and Magnificent ivory-white marble mausoleum, what an Epic!

Menurut kakak iparnya, Wahyu Indarto sebagaimana dikutip Tempo, Nafal sudah sampai di tahap akhir dari perjalanannya saat kecelakaan terjadi.

Selama perjalanannya, Nafal kerap memberitahukan kabar dan lokasi terakhirnya kepada istri Wahyu sekaligus kakak Nafal, Dewi.

Sepuluh hari lalu, Nafal mengabarkan bahwa ia akan masuk ke daerah yang sulit signal dan akan sulit memberi kabar.

Warta Kota yang pernah menyusuri kawasan Pegunungan Himalaya di utara India menyaksikan, rute di kawasan itu tergolong berat untuk pesepeda. 

Selain tikungan tajam, tanjakan dan turunan panjang tercipta pada jalan yang meliuk-liuk melipir punggung gunung berpagar tebing dan jurang dalam. Suhu ekstrem dan angin kencang juga menjadi tantangan tersendiri untuk melintasi kawasan ini.

Bersepeda dengan beban penuh di rute ini menuntut kewaspadaan yang tinggi, dengan kondisi sepeda yang prima dan teknik pengereman baik.

Rute jalan menyusuri kaki Pegunungan Himalaya di Negara Bagian Himachal Pradesh, India.
Rute jalan menyusuri kaki Pegunungan Himalaya di Negara Bagian Himachal Pradesh, India. (warta kota/max agung pribadi)

Hingga kini belum diketahui pasti kronologi kejadian yang menimpa Nafal.

Bersama jenazah Nafal, ditemukan sepeda yang ia gunakan selama perjalanan. Sepeda biru itu tampak ringsek di beberapa bagian. SIM C, kartu NPWP, dan visa Nafal juga ditemukan di lokasi kejadian. 

Wahyu mengatakan saat ini pihak keluarga sedang mengusahakan untuk membawa pulang jenazah Nafal ke Indonesia. Pihak KBRI di India sedang berangkat ke Uttarakhand untuk mengambil jenazah Nafal. 

"Kalau tak ada kendala, hari Minggu sudah sampai Jakarta," ucapnya. Jenazah pengelana bersepeda ini akan disemayamkan di Bogor. Selamat jalan Nafal...

Inilah video terakhir Nafal 

Editor: khamelia
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help