BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Warga Dua Desa Kaget, Kotak Amal Masjid Diedarkan di Camp TI Apung Perimping

Ada orang tak bertanggungjawab nelpon para penambang, agar penambang nyumbang dana untuk masjid Al Huda Bernai

Warga Dua Desa Kaget, Kotak Amal Masjid Diedarkan di Camp TI Apung Perimping
Bangkapos/Riyadi
Kotak Amal Masjid Al Ikhlas Desa Pangkalniur Kecamatan Riausilip, yang telah ditarik dari camp pekerja TI apung di Dermaga Tirus, Kamis (7/12). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Masyarakat Dusun Bernai Desa Berbura dan Desa Pangkalniur Kecamatan Riausilip, Kamis (7/12), dikagetkan dengan diedarkannya kotak amal Masjid Al Ikhlas Pangkalniur, di camp para pekerja tambang inkonvensional (TI) apung DAS Perimping di Dermaga Tirus Desa Riau.

Seksi Pendanaan Masjid Al Ihklas Desa Pangkalniur, Ilyas mengatakan, tidak pernah ada musyawarah apapun dari pengurus masjid dan masyarakat Desa Pangkalniur, yang menyebutkan tentang mengedarkan kotak amal pembangunan masjid Al Ikhlas Pangkalniur.

"Dulu pernah mengedarkan kotak amal, hal itu dilakukan tidak masalah, selagi tidak ada masalah, tapi dalam perkembangannya muncul kekhawatiran, jangan sampai kotak amal yang beredar waktu itu, dimanfaatkan oleh pihak lain untuk mencari keuntungan sendiri, akhirnya kotak amal disepakati ditarik," ungkap Ilyas kepada bangkapos.com Kamis (7/12).

Ilyas menduga, kotak amal bertuliskan Kotak Amal Masjid Al Ikhlas Pangkalniur, diedarkan oleh orang tak bertanggungjawab yang akan memanfaatkan momen akhir tahun.

"Kami terus terang kaget dengan kejadian itu, kami sebelumnya tidak tahu menahu, masyarakat dan pengurus masjid sendiri keberatan dana masjid dipungut di TI apung atau camp TI," ujar Ilyas kepada bangkapos.com Kamis (7/12.

Sementara Pengurus Masjid Al Huda Dusun Bernai Desa Berbura, Amirudin mengungkapkan, selain mengatasnamakan Masjid Al Ikhlas Desa Pangkalniur, nama masjid Al Huda Dusun Bernai Desa Berbura juga dipakai oleh orang tak bertanggungjawab, untuk meminta sumbangan masjid di ponton-ponton TI Apung Perimping.

"Ada orang tak bertanggungjawab nelpon para penambang, agar penambang nyumbang dana untuk masjid Al Huda Bernai, padahal kami sebagai pengurus masjid, tidak pernah membangun kesepakatan memungut dana bantuan masjid di ponton-ponton TI apung," jelas Amirudin.

Amir juga tidak tahu pasti, siapa yang mengedarkan kotak amal atas nama Masjid Al Ikhlas Pangkalniur dan siapa yang meminta sumbangan untuk masjid di TI apung Perimping.

"Kami juga sudah tanya ke Kades mengenai pungutan itu, tapi kades juga tidak tahu menahu. Kami menduga hal itu dilakukan oleh orang yang tak bertanggungjawab," jelas Amir.(*)

Penulis: riyadi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help