Ayah Meninggal, Ibu Pergi, Gadis Ini Tinggal Kulit dan Tulang Dirawat Sang Kakek

Kondisi gadis bernama Sifa hanya tinggal seperti kulit dan tulang saja. Ia pun tak dapat melakukan apapun, hanya bisa terbaring lemah.

Ayah Meninggal, Ibu Pergi, Gadis Ini Tinggal Kulit dan Tulang Dirawat Sang Kakek
Viral4real
Totong dan cucunya Sifa 

BANGKAPOS.COM - Kasih sayang antar keluarga memang tak perlu diragukan lagi.

Sudah sepatutnya, sesama anggota keluarga harus saling menyayangi dan mengasihi.

//

Seperti yang dilakukan oleh keluarga yang satu ini.

Namun, kisah mereka terbilang pilu dan mengharukan.

Ialah seorang gadis bernama Sifa dan kakeknya yang berumur 80 tahun.

Baca: Difteri Tahun Ini Luar Biasa, Mewabah di 20 Provinsi, 32 Orang Meninggal Dunia

Dilansir dari Viral4real, Sifa menderita penyakit gizi buruk sejak usia balita.

Ia menderita sindrom bernama Malabsoption Syndrome.

Penyakit ini disebabkan berbagai kelainan, salah satunya usus halus miliknya tidak dapat menyerap cukup nutrisi tertentu.

Sifa
Sifa (viral4real.com)

Karena hal ini, kondisinya hanya tinggal seperti kulit dan tulang saja.

Ia pun tak dapat melakukan apapun sendiri dan hanya bisa terbaring lemah.

Namun orangtua tak ada di sampingnya.

Sifa hanya tinggal bersama kakeknya, Totong, yang sudah berusia 84 tahun.

Ayah Sifa telah meninggal dunia saat gadis tersebut berumur beberapa bulan.

Sementara ibunya, memilih pergi menitipkannya pada sang kakek.

Kaki Sifa
Kaki Sifa (viral4real.com)

Maka, tak ada pilihan lain bagi Totong Juhana untuk menghabiskan waktu merawat cucunya.

Toton, yang bekerja di tentara sebelum pensiun, tidak menerima uang pensiun atau bantuan keuangan dari pemerintah.

Satu-satunya cara baginya untuk mencari nafkah adalah menanam sayuran dan menjualnya.

Meski sudah tua, Totong melakukan segalanya untuk cucunya, meski itu berarti dia harus banyak berkorban.

Baca: Ternyata Ini Pemicu Mamah Dedeh Semprot Seorang Ibu di Depan Jamaah

Kehidupan pilu ini rupanya terjadi di Indonesia.

Tepatnya di Dusun Karangpetir, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Kisah Sifa dan kakeknya sempat ramai pada tahun 2016, namun kembali viral beberapa waktu ini di berbagai situs media asing.

Dilansir dari Kompas.com, kediaman remaja malang ini berada di kawasan pegunungan yang berjarak 40 kilometer dari kawasan wisata Pantai Pangandaran.

Untuk mencapai Dusun Karangpetir, Kompas.com harus melewati jalan perkampungan yang berkelok-kelok hingga jalan berbatu yang menanjak di kawasan perbukitan.

Setelah melalui perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya Kompas.com menemukan sebuah rumah berwarna putih kusam di sebuah perkampungan yang cukup terpencil.

Di dalam rumah itu, seorang kakek terlihat berdiri di dekat pintu dapur sembari membungkuk menuangkan mie rebus ke sebuah mangkuk kecil.

Kakek renta itu kemudian mempersilakan Kompas.com masuk ke sebuah ruangan di bagian belakang rumah yang pintunya sudah terbuka.

Di dalam ruangan itu terlihat seseorang berbaring di atas kasur lantai yang terbungkus selimut dan diletakkan di depan sebuah pesawat televisi.

Wajah orang yang berbaring itu hanya sekilas terlihat.

Baca: 10 Ponsel Berdaya Baterai Terbaik Tahun 2017

Dia tampak sesekali melihat berkas cahaya yang jatuh di balik pintu ruangan itu.

Totong, yang membawa mangkuk berisi mie rebus, masuk ke dalam ruangan itu.

Setibanya di dalam ruangan, Totong duduk di samping orang yang berbaring itu.

Ternyata orang yang berbaring adalah Sifa, remaja yang menderita gizi buruk sejak kecil.

Saat itulah Kompas.com baru melihat jelas tubuh Sifa yang kecil dan nyaris "kering" tak berdaging itu.

"Ini, mie untuk Sifa makan, tadi dia enggak mau makan, katanya mienya pahit. Mie yang tadi saya buang, dan ini buat lagi mie baru buat Sifa makan," kata Totong, yang sehari-hari hanya mengurus cucunya itu, Kamis (4/2/2016).

Dengan suara terbata, Totong menceritakan asal muasal nasib buruk cucunya tersebut.

Menurut Totong, cucunya itu mengalami gizi buruk sejak berusia delapan bulan.

Sejak itu, sang cucu dititipkan di kediamannya oleh sang menantu yang adalah ibu kandung Sifa, Bela (45), asal Ciranjang, Kabupaten Cianjur.

Baca: Ronaldo Seret Gol tapi Tetap Saja Raih Gelar Ballon dOr 2017

Sifa dititipkan di Parigi, Pangandaran, beberapa bulan setelah Hartoyo, ayah kandung SIfa, meninggal dunia pada 1999.

Gejala terganggunya perkembangan tubuh cucunya memang telah terlihat sejak menantunya membawa Sifa ke Pangandaran.

"Sejak masih kecil berumur delapan bulan, Sifa sudah terlihat begini, badannya kecil. Katanya ibu kandungnya Sifa pernah jatuh dari tempat tidur saat bayi," tambah Totong.

Sifa
Sifa (viral4real.com)

Dengan segala keterbatasannya, Totong bersama istrinya merawat Sifa hingga saat ini.

Totong mengaku kecewa dengan ibu kandung Sifa karena tak pernah menjenguk anaknya sejak dititipkan kepada dirinya.

Baca: 24 Tim Lolos ke Babak 32 Besar Liga Europa

Namun, Totong masih berharap kehidupan dan nasib cucunya bisa kembali normal seperti teman-teman sebayanya.

Ia pun meminta perhatian dari pemerintah daerah maupun pusat untuk membantu meringankan penderitaan cucunya itu.

(TribunJatim.com/Ani Susanti)

 
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved