Perang 1948 yang Berujung pada Pengukuhan Kemerdekaan Israel secara Sepihak

Peperangan juga telah membuat lebih dari 800 ribu warga Arab Palestina mengungsi. Lebih dari itu, sejumlah wilayah Palestina

Perang 1948 yang Berujung pada Pengukuhan Kemerdekaan Israel secara Sepihak
Military history
Perang Arab-Israel 1948 

BANGKAPOS.COM--Konflik antara Israel dan negara-negara Arab di tahun 1948 tidak bisa dicegah untuk berkembang ke peperangan terbuka.

Bagaimanapun juga, dua kubu yang saling berseteru sudah menyiapkan pasukan serta persenjataan dalam jumlah yang besar.

Untuk menghadapi serangan dari negara-negara Arab, warga Yahudi juga sudah menyiapkan diri dengan membentuk sejumlah organisasi pertahanan.

Mereka juga membentuk pemerintahan darurat yang dipimpin oleh David Ben Gurion.

Tujuan pembentukan pemerintahan yang bersifat sementara ini adalah agar semua organisasi pertahanan orang-orang Yahudi berada dalam satu garis komando kemiliteran yang dinamai Palmach.

Dengan kedua belah pihak yang berseteru saling menyiapkan diri untuk menghadapi perang besar itu, setiap gesekan kecil di wilayah Palestina kadang telah menciptakan pertempuran dalam skala besar.

Hingga situasi yang paling ditunggu-tunggu pun tiba.

Pada 14 Mei 1948 mandat Inggris atas wilayah Palestina berakhir dan warga Yahudi pun segera memanfaatkannya.

Dua belas jam sebelum mandat berakhir Ben Gurion telah memproklamirkan lahirnya negara Israel.

Berdirinya negara baru itu hanya dalam tempo satu jam langsung diakui oleh AS dan disusul pengakuan Uni Soviet tiga hari kemudian.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved