Yudisium III STKIP Muhammadiyah: Peluang Menjadi Guru Semakin Besar

Dua tiga tahun kedepan banyak guru-guru yang dari Jawa dulu memasuki masa pensiun, ini peluang bagi lulusan STKIP

Yudisium III STKIP Muhammadiyah:  Peluang Menjadi Guru Semakin Besar
ist
Yudisium III STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung 

PANGKALPINANG, BANGKA POS--Tantangan pekerjaan dimasa mendatang akan semakin sulit, tahun 2023 akan terjadi pengangguran dari 40 persen angkatan kerja yang ada, maka orang akan memilih yang terbaik.

Demikian disampaikan Ketua STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung Asyraf Suryadin saat memberikan sambutan dalam acara Yudisium III di aula kampus, Sabtu (9/12) sore.

Ditambahkan Asyraf, kabar gembiranya untuk Bangka Belitung sendiri dua hingga tiga tahun kedepan banyak guru yang dulu tahun 80-an didatangkan dari Jawa akan pensiun dan ini menjadi peluang bagi lulusan STKIP.

“Dua tiga tahun kedepan banyak guru-guru yang dari Jawa dulu memasuki masa pensiun, ini peluang bagi lulusan STKIP, kami berharap nantinya lulusan STKIP ini selalu menjalin komunikasi dimanapun nanti kalian bekerja, jika dipanggil diminta bantu untuk kampus juga datang,” paparnya.

Dalam kesempatan ini sebanyak 35 mahasiswa mengikuti yudisium ke 3, mereka berasal 24 mahasiswa dari Program Studi PGSD dan 11 mahasiswa dari Program Studi PJKR. Nantinya mereka akan bersama 63 mahasiswa yang telah lebih dulu diyudisium untuk diwisuda yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 30 Desember mendatang.

“Tantangan ke depan makin berat, untuk itu ikhlaslah dalam bekerja nanti Tuhan akan memberikan ganjarannya sendiri,” pesan Asyraf kepada para sarjana baru ini.

Dalam yudisium ini selain disebutkan jumlah IPK juga disebutkan lamanya mahasiswa kuliah, hal ini dimaksudkan untuk memotivasi mahasiswa lain agar segera menyelesaikan studinya.

“Para dosen juga tolong diamati mahasiswanya, dan dibimbing agar mereka cepat menyelesaikan studinya,” tegasnya.

Yudisium ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, anggota senat dan para dosen.(*)

Penulis: khamelia
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help