Cerita Lempah Kuning Nenek dan Merayu Camer Pakai Martabak, BBFF Bagai Mengangkat Batang Terendam

Semua bambu yang tercampur halus kemudian dimasak sampai mendidih sebelum dimasukkan ikan.

Cerita Lempah Kuning Nenek dan Merayu Camer Pakai Martabak, BBFF Bagai Mengangkat Batang Terendam
Istimewa
Seorang peserta tengah membuat martabak dalam ajang BBFF 2017. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - "Pertama-tama jangan lupa masukkan dulu garam. Masakan apapun tanpa garam rasanya kurang pas. Begitu juga saat memulai membuat bumbu lempah kuning," ungkap Syudariah (72), Senin (11/12/2017).

Warga Jalan RE Martadinata Kelurahan Ampui Kota Pangkalpinang ini, sejak kecil sudah dilatih ibunya memasak lempah kuning.

Dia memulainya dengan mengulek terlebih dulu lengkuas, kemiri, kunyit, dan cabai.

Lalu dicampur bawang merah, bawang putih, asam dan terasi.

Semua bambu yang tercampur rata kemudian dimasak sampai mendidih sebelum dimasukkan ikan atau udang.

Pola membuat bumbu lempah kuning itu bagian dari kebiasaan Syudariah yang diajari ibunya sejak dulu kala.

Ibu yang memiliki 8 orang anak ini tak mengubah kebiasaannya itu.

Alhasil, masakan lempah kuning buatannya tetap selalu enak. 

"Kalau ikan mayong, tambahkan potongan batang serai di masakan untuk menghilangkan amis. Ikan tenggiri tidak perlu pakai serai, yang penting sesuai selera, kurang pedas atau sangat pedas. Lempah kuning memang enaknya pedas dan tentu harus ada rasa asam manisnya," terang Syudariah yang sudah puluhan tahun memasak lempah kuning.

Lempah kuning mayong buatan Syudariah.
Lempah kuning mayong buatan Syudariah. (Bangka Pos/Alza Munzi)

Nenek belasan cucu ini tak dapat mengingat sejak kapan dia memulai memasak lempah kuning.

Halaman
1234
Penulis: Alza Munzi
Editor: Alza Munzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help