Melongok Perang Berkepanjangan yang Tak akan Berhenti Sebelum Palestina Merdeka

Gencatan senjata yang diprakarsai oleh PBB selalu tidak berumur panjang dan peperangan pun pecah lagi

Melongok Perang Berkepanjangan yang Tak akan Berhenti Sebelum Palestina Merdeka
artstuck
Pejuang kemerdekaan Palestina 

BANGKAPOS.COM--Pada perang Arab-Israel pertama (1948), secara politik dan militer Isreal memang berhasil memperoleh kemenangan.

Tapi kemenangan Israel dalam peperangan itu sebenarnya merupakan kemenangan semu. Pasalnya, konflik antara Arab-Palestina dan Israel ternyata tidak bisa diselesaikan secara damai.

Gencatan senjata yang diprakarsai oleh PBB selalu tidak berumur panjang dan peperangan pun pecah lagi.

Baca: Perang 1948 yang Berujung pada Pengukuhan Kemerdekaan Israel secara Sepihak

Baik Israel maupun negara-negara Arab juga terus membangun kekuatan tempurnya sehingga yang terjadi bukan upaya perdamaian. Melainkan bagaimana mempersiapkan perang dan bisa menang.

Perang Arab-Israel 1948
Perang Arab-Israel 1948 (Military warhistory)

Perubahan situasi politik negara-negara Arab juga sangat menentukan bagaimana sikap mereka terhadap Israel. Apakah mereka semakin mengeras, atau justru melemah.

Mesir, yang kekuatan militernya pernah dipukul mundur dalam Perang Arab Israel Pertama, di bawah pimpinan Kolonel Gamal Abdel Nasser terus membangun alutsistanya.

Persenjataan dari Uni Soviet dan negara-negara Blok Timur banyak dibeli Mesir terutama tank lapis baja dan jet tempur.

Dengan kekuatan militer yang demikian kuat, Mesir pun sengaja menunjukkan arogansinya dengan cara melarang kapal-kapal Israel melintasi Terusan Suez.

Larangan itu jelas melanggar hukum dan potensi memicu konflik karena Terusan Suez merupakan jalur pelayaran internasional.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help