Pasca Insiden Pembakaran Ponton dI Tempilang Cepik Milih Balik Kampung

Cepik (38) satu dari ratusan penambang TI apung di perairan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat memilih pulang kampung.

Pasca Insiden Pembakaran Ponton dI Tempilang  Cepik Milih Balik Kampung
Bangka Pos / Anthoni
ratusan penambang dan keluarga di evakuasi ke Polsek Tempilang pasca insiden pembakaran ponton TI apung 

Laporan Wartawan Bangka Pos Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Cepik (38) satu dari ratusan penambang TI apung di perairan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat memilih pulang kampung. Tak adalagi harta benda pendatang asal Palembang Sumatera Selatan ini, pasca insiden pembakaran spead boat dan ponton miliknya.

Bagi Cepik, tak adalagi harapan selain bergantung menambang. Insiden pembakaran ponton dan spead boat tersebut sempat membuat pria berkulit sawo matang itu kehilangan arah.

Pasalnya, menambang sudah menjadi penompang perekonomian Cepik selama bertahun-tahun. Namun nasib berkata lain. Senin (11/12/2017) Cepik dan ratusan penambang lainnya terkena imbas amukan warga menyusul perstiwa nahas yang merenggut nyawa Peki (20) pemuda warga Dusun Pak Lungek, Desa Air Lintang, Kecamatan Tempilang, Kabupaten bangka Barat, Minggu (10/12/2017) kemarin.

" Inilah akibat ulah yang muda-muda, cepat tersinggung cepat emosi, akhirnya kita semua disini terkena imbas. Kalau ponton dan spead sudah dibakar mau usaha apalagi kita. Mending pulang kampung dulu," kata Cepik di temui dari Polsek Tempilang, Senin (11/12/2017)

Siang itu, situasi di Tempilang sempat mencekam. Bahkan kerumunan warga semakin bringas hingga ratusan penambang TI apung terpaksa di evakuasi ke Polsek Tempilang.(*)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved