Raja Bali Sampaikan Pernyataan Terbuka soal Penolakan Kehadiran Ustaz Abdul Somad di Denpasar

Raja Pemecutan Cokorda Pemecutan XI berharap keharmonisan umat beragama di Pulau Dewata Bali tetap terjaga.

Raja Bali Sampaikan Pernyataan Terbuka soal Penolakan Kehadiran Ustaz Abdul Somad di Denpasar
Youtube
Ida Cokorda Pemecutan XI 

BANGKAPOS.COM, DENPASAR - Raja Pemecutan Cokorda Pemecutan XI  berharap keharmonisan umat beragama di Pulau Dewata Bali tetap terjaga.

Tidak akan dipisahkan satu sama lain. 

Menurutnya, umat Hindu dan Muslim di Bali sudah memiliki hubungan yang kuat sejak lama.

//

Setidaknya hal itu yang disampaikan Ida Cokorda Pemecuran XI di Masjid Baiturrohman, Denpasar.

Baca: Kasihan, Bocah Ini Terpaksa Hidup dengan Usus Terburai Ditampung Pakai Plastik

Menurut Raja dari Puri Pemecutan Denpasar itu, sudah sejak lama kedua umat di Bali tak hanya hidup berdampingan, namun juga sudah seperti satu kesatuan.

Raja Pemecutan Cokorda Pemecutan XI Tribun Bali/Rizal Fanany
Raja Pemecutan Cokorda Pemecutan XI (Tribun Bali/Rizal Fanany)

“Kami dengan orang Muslim bukan sekarang saja (dekat), tapi secara darah kami sudah bersatu,” kata Cokorda dilansir viva.id,  Minggu (10/12/2017).

Ida Cokorda Pemecutan XI hadir langsung dalam tabliq akbar yang diisi oleh Ustaz Abdul Somad.

Baca: Kakek Sakit-sakitan Tinggal di Got, Dibuang Anaknya dan Tak Diakui Lagi Sebagai Ayah

Ia merasa begitu sejuk mendengar petuah yang disampaikan oleh Ustaz Somad.

“Kami melihat bahwa Kiai (Ustaz Somad) menyampaikan tidak ada perpecahan, malah guyub kita. Justru malah semakin mempererat persatuan sesuai keinginan para pendahulu kita. NKRI, Merah Putih sudah harga mati. Ini betul-betul disampaikan oleh Kiai (Ustaz Somad),” ujarnya.

Ia mengajak semua pihak untuk menginterospeksi diri.

Ia tak ingin isu-isu yang berkembang memudarkan semangat persaudaraan antara Hindu Bali dan umat Muslim yang sudah sejak lama terjalin.

“Kalau ada isu-isu yang tidak bertanggungjawab jangan sampai memecah kita. Persaudaraan kita yang sudah sedarah ini jangan sampai dirusak oleh segelintir orang yang ingin atau memiliki ambisi untuk memecah belah kita,” katanya.

Baca: Astaga! Warga Anggap Pantas Kakek yang Tidur di Got Ini Tak Diakui Anaknya Sebagai Ayah

Sementara itu, Ustaz Abdul Somad sendiri tak menampik jika hubungan erat antara umat Hindu Bali dengan warga Muslim sudah lama terjalin.

Ia meminta kepada semua pihak untuk tak terpancing oleh ulah segelintir oknum yang tujuannya memang ingin merusak semangat persaudaraan.

“Bahwa ada isu-isu di Youtube, Twitter, WA, BBM dan lainnya jangan sampai ulah segelintir oknum merusak persaudaraan yang sudah kita bangun selama ini. Seandainya masyarakat Hindu Bali tidak toleran, mengusir ulama dan lain sebagainya, tidak mungkin ada 500 ribu lebih Muslim di Bali. Tidak mungkin Islam bisa bertahan selama 8 abad lebih di Bali,” katanya.

Baca: Meggie Diaz Blak-blakan soal Nikah Siri dengan Tukul Arwana

Ia menegaskan jika provokator yang sempat melakukan persekusi terhadap dirinya tak hanya merusak dirinya saja, tetapi juga umat Hindu Bali yang selama ini dikenal terbuka bagi semua elemen masyarakat.

Ustaz Somad mencontohkan bagaimana umat Hindu dan Muslim Bali bersatu padu meski berbeda keyakinan dan aqidah.

“Di Ubud (Gianyar) ada pondok Alquran yang justru sebagian tempatnya disediakan oleh saudara kita dari Hindu Bali. Ini justru orang di tempat lain meniru bagaimana masyarakat Bali bisa bertenggang rasa, tepo seliro  berlapang dada untuk menerima yang berbeda keyakinan. Kalau ada fitnah, isu, seyogyanya tabayyun dulu, tidak serta merta mengambil kesimpulan.

Baca: Balita Ini Yatim Piatu Setelah Ayah, Ibu dan Kakaknya Tewas Kecelakaan

Apalagi sosial media sekarang ini sungguh luar biasa. Alhamdulilah saya merasa terhormat bisa duduk berdampingan dengan Raja, orang yang dihormati dalam struktur masyarakat Bali. kita bisa duduk bersama, bertukar cerita bagaimana mengusir Belanda bersama-sama saat itu,” katanya.

Pupuk Persaudaraan

Abdul Somad berharap kunjungannya ke Bali tak menimbulkan kontroversi berkepanjangan.

Ustadz Abdul Somad
Ustadz Abdul Somad ()

Sejak awal ia menegaskan ingin hadir di tengah-tengah umat Muslim Bali untuk memupuk rasa persaudaraan sesama anak bangsa.

“Kalau kedatangan saya ini bisa merekat yang putus, menyatukan yang patah, menyambung yang retak saya akan datang. tapi kalau malah memecah belah lebih baik saya tidak datang. Alhamdulillah saya berharap kedatangan saya dapat memupuk persaudaraan antar-sesama Muslim maupun Muslim dengan saudara kita sebangsa dan setanah air,” kata Ustaz Somad.

Baca: Putri Cantik Sunan Kalijaga Pilih Cerai Padahal Pernikahan Belum Seumur Jagung

Saat kembali dari Bali, Ustaz Abdul Somad disambut masyarakat Melayu di Riau.

Menurutnya, meski dipersekusi, dia tetap menolak berikrar di depan orang-orang yang tidak punya legalitas dan otoritas.

Menurut Somad, tidak perlu ada yang meragukan kecintaannya terhadap NKRI. Tapi dia tidak ingin ada preman yang mendikte dirinya. Karena itu, dia minta pemerintah dapat menjaga ulama.

"Saya hanya tidak mau didikte di depan preman-preman nasi bungkus. Itu yang saya tidak mau. Ke depan saya mau menyatakan bahwa pemerintah harus menjaga ulama kalau tidak umat akan mengamuk," kata Somad. (Tribun Timur/Muh. Asiz Albar)

 
 
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help