Tanam Padi Di Lahan Eks Tambang, Kadispertan Yakin Kabupaten Bangka Bisa Swasembada

Para petani di Kelurahan Sinar Jaya Jelutung kembali melakukan panen padi sawah, Selasa (12/12/2017) di lahan eks tambang timah.

Tanam Padi Di Lahan Eks Tambang, Kadispertan Yakin Kabupaten Bangka Bisa Swasembada
Bangka Pos / Nurhayati
Kegiatan panen bersama padi sawah, Selasa (12/12/2017) di Kelurahan Sinar Jaya Jelutung. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Para petani di Kelurahan Sinar Jaya Jelutung kembali melakukan panen padi sawah, Selasa (12/12/2017) di lahan eks tambang timah.

Panen  padi sawah ini dilakukan oleh Wakil Bupati Bangka Rustamsyah bersama Danrem 045 Garuda Jaya Kolonel Inf Abdurrahman, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Babel Toni Batubara, Wakil Ketua DPRD Babel Amri Cahyadi, Perwakilan Pemprov Babel Noviar, Perwakilan PT Timah Tbk, Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Pemkab Bangka.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Kemas Arfani Rahman panen bersama padi sawah ini dilakulan karena ingin memotivasi masyarakat Bangka khususnya para petani, bahwa bisa menanam padi sawah di lahan bekas penambangan.
Apalagi Kabupaten Bangka sudah memiliki potensi sawah seluas 3.000 hektar dan padi ladang seluas 3.000 hektar.

"Ini sawah bekas tambang yang mempunyai indeks pertanaman sebesar 300 persen. Artinya dalam setahun sudah tiga kali panen," kata Kemas.

Bukan hal yang mustahil dengan total luas sawah 3.000 hektar  bisa meningkatkan indeks penanaman sebanyak 200 persen dengan lahan siap tanam sekitar 9.000 hektar bisa mencukupi dari 50 persen pemenuhan kebutuhan pangan beras di Kabupaten Bangka.

Untuk swasembada beras, lanjut Kemas Kabupaten Bangka butuh 15.000 areal tanam dengan rata-rata panen padi sebanyak 2 ton. namun dengan areal  9.000 hektar menurutnya, tetap bisa swasembada dengan syarat ada peningkatan produktifitasnya rata-rata panen padi sebanyak 3 ton hingga 4 ton perhektar.

Diakuinya, di lahan kritis bekas penambangan timah saja bisa melaksanakan indeks penanaman 300 persen dengan tiga kali penanaman dan tiga panen, yakni April, September dan Desember.

Untuk itu dia berharap para petani terinspirasi dengan usaha yang dilakukan Kelompok Tani Mekar yakni Nunung dan Sofyan di Kelurahan Sinar Jaya Jelutung menanam padi sawah di lahan eks tambang timah.

Menurut Kemas potensi bekas tambang di Kabupaten Bangka seluas 20.000 hektar. Luas lahan tersebut bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dengan menanam padi maupun tanaman lain seperti buah.

"Ini yang diinginkan digedor dengan PT Timah. Kami sudah menyaksikan kegiatan ini dengan Manajemen PT Timah. Kita berkeinginan untuk mendukung kegiatan di lahan kritis. Mau tidak mau, suka tidak suka kita harus menyiapkan pupuk organik hayati. Pupuk organik hayati itu adalah bakteri yang dikembangkan untuk menguraikan mempercepat penguraian bahan organik diproduksi oleh ternak di dalam tanah. Sudah kami coba di sini. Sedangkan untuk meningkatkan pH tanah dari TNI mempunyai produk bios 44 yang di produksi oleh Komando Korem 44 Garuda Dempo. Produksinya ada di Kompi dan semua anggota Koramil harus bisa memproduksi bios 44 untuk membantu masyarakat," ungkap Kemas.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved