Ini Cara Penanganan Penyakit Difteri

Menanggapi fenomena Difteri, Dokter Anak di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT), Riko Rusli mengungkapkan ada dua infeksi difteri

Ini Cara Penanganan Penyakit Difteri
Bangka Pos/ Idandi Meika Jovanka
Suasana Rumah Sakit Bakti Timah 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Menanggapi fenomena Difteri,  Dokter Anak di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT), Riko Rusli mengungkapkan ada dua infeksi difteri, yakni infeksi kuman menyebabkan nyeri tenggorokan hebat, tidak bisa makan, minum, dan sumbatan saluran pernafasan.

Kemudian, kuman juga bisa membentuk toksin menghasilkan racun dan menyerang bagian tubuh, seperti jantung maupun susunan syaraf.

Ia menyebutkan penanganan pasien Difteri harus dilakukan isolasi terlebih dahulu guna mencegah penyebaran kuman lebih luas.

Lalu, penderita harus di diagnosis bakteri tersebut menyerang kulit, tenggorokan, laring, atau lain sebagainya. Menurutnya, pihak Dinkes mungkin telah mengembangkan pendekteksian difteri lebih canggih lagi, Rabu (13/12/2017).

Selanjutnya, pemberian antibiotik sesuai panduan yang ada, contohnya 7-10 hari atau sembuh total guna menghalang penyebaran bakteri lebih luas. Selain itu, ada pula difteri serum berfungsi mengikat atau netralisis racun yang berebar. Hanya saja serum sulit didapatkan dan produksinya tidak banyak.

“Jika kasus seperti itu banyak terjadi dikhawatirkan tidak mencukupi. Sebab, penggunaan satu pasien saja bisa menghabiskan banyak serum,” ujar Riko

Riko mengimbau kepada seluruh masyarakat supaya lebih sadar terhadap pentingnya imunisasi karena mampu mencegah Difteri.

Menurutnya, solusi tersebut lebih efektif dibandingkan mengobati sehingga pola pikir masyarakat tentang tidak pentingnya imunisasi harus diubah. Sebab, fungsi imunisasi pada anak sangat besar dan bermanfaat.

Menurut Riko, pihak medis dan dinas terkait harus berusaha lebih ekstra lagi sosialisasi pentingnya imunisasi. Terutama populasi masyarakat yang cukup banyak. Ia juga menyinggung dalam waktu dekat Dinas Kesehatan akan mengadakan imunisasi massal sebagai respon terhadap wabah Difteri.

“Kami menghimbau masyarakat harus sadar pentingnya imunisasi dan gaya hidup sehat. Seperti, etika batuk, tanda dan gejala, cuci tanggan, dan lain sebagainya. Selain itu, masyarakat harus lebih tanggap jika mencurigai ada yang terkena Difteri segera dibawa kerumah sakit terdekat buat penanganannya. Jangan menunda imunisasi dan tangkap menangani Difteri,” jelas Riko.(*)

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help