Warga Ajukan Usulan Ini Ketika Rebo Hingga Jeliti Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

Begitu Program KEK dilakukan, kami minta tenaga kerja lokal lebih diutamakan. Ketika nanti KEK sudah jalan, butuh tenaga kerja

Warga Ajukan Usulan Ini Ketika Rebo Hingga Jeliti Jadi Kawasan Ekonomi Khusus
Bangka Pos / Nurhayati
Kapal-kapal nelayan bersandar di Pelabuhan Jelitik Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Gubernur Babel, Erzaldi Roesman Djohan, mengusulkan dua daerah dijadikan kawasan ekonomi khusus (KEK), masing-masing Kabupaten Bangka Tengah dan Kabupaten Bangka.

Khusus di Kabupaten Bangka, fokusnya mulai sepadan Pantai Desa Rebo hingga Jelitik Sungailiat. Terkait itu pula, perwakilan masyarakat Sungailiat yang terkena dampak rencana KEK, diundang rapat bersama pemerintah daerah setempat di Hotel ST 12 Sungailiat, Rabu (13/12/2017).

Kepala Desa Rebo Sungailiat, Fendi, sebagai satu dari sekian perwakilan yang ikut diundang ketika ditemui Bangka Pos Group usai pertemuan, Rabu (13/12/2017) di Hotel ST 12 mengatakan, pihaknya menyambut rencana KEK yang dimaksud.

Hanya saja kata Fendi, ada beberapa usulan yang diinginkan warganya.

"Terkait pembahasan KEK pariwsata, khususnya di Desa Rebo, kami telah menyampaikan usulan saat rapat tadi. Karena di Desa Rebo ini kan ada zonasi perikanan, dimana, mungkin bisa adanya semacam konsorsium lah nantinya," kata Fendi.

Fendi yang dominan menyampaikan aspirasi nelayan, saat rapat tersebut mengusulkan, agar
seiring adanya program KEK, pemerintah daerah diharapkan bisa membuat penataan di kawasan pantai.

Penataan yang dia maksud, diantaranya soal keberadaan kayu bagan yang biasanya berserakan di beberapa titik pantai tersebut, sebelum diangkut ke tengah laut.

"Makanya sempat dibicarakan oleh pihak nelayan, yaitu soal kayu bagan. Kan setiap tahun banyak kayu bagan (dibawa ke pinggir pantai dan kemudian diangkut ke tengah laut). Menurut kami perlu adanya penataan supaya ke depannya rapi, misal dibuat tempat khusus lah (khusus kayu bagan). Yang jelas ketika daerah kami dijadikan KEK, nelayan kami tidak keberatan, malah mendukung," katanya.

Selain itu lanjut Fendi, warganya menginginkan keberadaan KEK berdampak positif pada pendapatan mereka.

Halaman
123
Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved