Sempat Dapat Perlawanan, Massa Gabungan Hancurkan Belasan TI Apung DAS Perimping

Kami diintimidasi, diancam menggunakan parang oleh penambang dari luar. Bahkan penambang ada yang

Sempat Dapat Perlawanan, Massa Gabungan Hancurkan Belasan TI Apung DAS Perimping
Ist
Aksi massa dari desa-desa sekitar DAS Perimping Riausilip Kabupaten Bangka saat menertibkan ponton TI apung di DAS setempat, Rabu (13/12). 

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ratusan warga gabungan dari desa-desa disekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Perimping, baik dari Kecamatan Riausilip, Belinyu Kabupaten Bangka dan Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat, ramai-ramai turun ke sungai untuk menghancurkan belasan ponton serta puluhan mesin TI apung, Rabu (13/12/2017) kemarin.

Massa turun ke DAS Perimping menggunakan perahu.

Aksi mereka mendapatkan pengamanan dari aparat terkait, gabungan dari Ditolak Polda Babel, Sat Pilar Polres Bangka, Polsek Belinyu, TNI AL Pos Pengamatan (Posmat) Belinyu, Paurops Unit Intel Lanal Babel dan Lembaga Kelautan Perikanan Indonesia (LKPI) Bangka.

Aksi massa dari desa-desa sekitar DAS Perimping saat menertibkan ponton TI apung di DAS setempat, Rabu (13/12). (Istimewa)
Aksi massa dari desa-desa sekitar DAS Perimping saat menertibkan ponton TI apung di DAS setempat, Rabu (13/12). (Istimewa) ()

Perwakilan massa Mario mengatakan, banyak ponton dan mesin TI apung yang dihancurkan oleh massa gabungan.

Ponton-ponton itu disembunyikan di anak-anak sungai.

"Kami menyisir sepanjang sungai, dari Tanjung Baru hingga Tirus, yang ditemukan ya semua jadi sasaran massa, Perimping sempat jadi lautan api," ungkap Mario kepada bangkapos.com Selasa (13/12) malam.

Mario mengungkapkan, saat mendatangi ponton-ponton TI apung, sempat mendapatkan perlawanan dari penambang asal luar daerah.

Ada bagian dari massa sempat dilempar senjata tajam oleh penambang. Kejadian itu semakin membuat suasana semakin memanas.

Antara kelompok penambang dari luar daerah dan massa nyaris terjadi benturan fisik.

Halaman
12
Penulis: riyadi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved