2019, Semua Produk Makanan dan Obat-obatan Harus Punya Sertifikat Halal

Mulai 2019 seluruh produk makanan maupun obat-obatan termasuk barang lainnya harus memiliki sertifikat halal.

2019, Semua Produk Makanan dan Obat-obatan  Harus Punya Sertifikat Halal
Bangka Pos / Nurhayati
Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia Babel Nardi Pratomo saat menyerahkan sertifikat halal kepada PT Bangka Asindo Agri yang memproduksi tepung tapioka cap Gunung Pelawan, Sabtu (16/12/2017) di PT Bangka Asindo Agri 

Laporan Wartawan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Mulai 2019 mendatang seluruh produk makanan maupun obat-obatan termasuk barang lainnya seperti kacamata, jas baju dan sepatu yang mengunakan kulit hewan harus memiliki sertifikat halal.

Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia Babel Nardi Pratomo mengatakan kehasruasan memiliki sertifikat halal tersebut, berdasarkan undang-undang nomor 33 tahun 2014.

Oleh karena itu pihaknya memberikan sosialiasi kepada  para UKM agar mengurus sertifikat halal di MUI Babel.

"Saya bilang bu kalau sudah dapat sertifikat halal  jangan berpikir hanya sebagai pengusaha kecil, sebab sertifikat halal ini sudah standar internasional. Kalau orang Malaysia mau investasi ke ibu itu dipikir terlalu jauh. Tetapi 2019 Kalau tidak ada sertifikat halal itu tidak bisa jualan lagi dan bisa dipidanakan. Ini bukan menakut-nakuti tidak ada logo halalnya harus ditulis belum halal, sakit hati nggak kira-kira?. Padahal kita tidak menggunakan barang yang haram hanya karena tidak mengurus sertifikat halal terpaksa harus menulis belum halal," ungkap Nardi.

Dikatakan Nardi, Selama ini pemerintah Provinsi Bangka Belitung sangat konsentrasi soal pengembangan produk halal di Babel. Di 2018 saja Gubernur sudah mempersiapkan 1000 sertifikat halal untuk usaha kecil.

"Perhatian pemerintah kami nilai bagus tinggal UKM-UKM (Usaha Kecil Mikro--red) ini katakanlah tahun ini difasilitasi dua tahun lagi, habis 2020, habis masa sertifikat mereka. Kalau mereka tidak peduli untuk memperpanjang dan sebagainya mereka nggak bisa jualan karena tahun 2019 semua produk makanan, obat kosmetik yang beredar harus bersertifikat halal," ucapnya.

Menurut Nardi pada dasarnya produk makanan di Babel enak-enak, hanya saja mental beberapa pelaku UMKM yang masih lemah dan selalu mengharapkan bantuan dari pemerintah. 

Namun ia bersyukur sekarang munculnya anak-anak muda melalui beberapa komunitas dimana mereka sudah menjadikan wirausaha sebagai life style dan halal jadikan gaya hidup.
Oleh karena itu perlu didorong agar maju dan berkembang.

"Walaupun masih usaha kecil berlakulah seperti industri besar walaupun masih kecil. Kita juga bangga belum hgenap setahun di November 2017 lalu berhasil mendapat penghargaan sebagai Provinsi Pengembangan halal terbaik Indonesia," ucapnya.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help