Kasus Pembunuhan

Ernawati Baru Selesai Shalat Dipukul Pakai Kapak Kemudian Dicabuli, Perhiasannya Dibawa Lari Ponakan

Cecep sebagai pelaku menjadi target utama kemarahan keluarga korban. Dalam posisi panik inilah, polisi mengeluarkan tembakan

Ernawati Baru Selesai Shalat Dipukul Pakai Kapak Kemudian Dicabuli, Perhiasannya Dibawa Lari Ponakan
Pos Belitung/Disa Aryandi
Polres Belitung, Senin (18/12) saat melakukan rekonstruksi terhadap pembunuhan korban Ernawati. 

Kericuhan bermula saat polisi masuk pada adegan ke 46 rekonstruksi.

Saat itu Cecep berada di pekarangan rumah korban dan ingin mempraktekkan pelaku pergi dari rumah.

Saat pelaku di gerbang rumah korban inilah, muncul sejumlah orang merangsek berusaha memukul.

Polisi yang memang sudah sigap di lokasi berusaha mengamankan Cecep. 

Tembakan diletusan dan Cecep dilarikan polisi ke dalam mobil dan dibawa pergi.

"Saya tidak terima istri saya (korban) diperlakukan seperti itu. Istri saya sudah baik dengan dia (pelaku), tapi dijelek - jelekan. Kami minta hukuman yang setimpal, dihukum seberat-beratnya, kalau cuma 30 tahun saya tidak terima," kata suami korban Roni, Senin (18/12/2017) setelah keributan tersebut.

4. Pakai rompi antipeluru

Ada yang tak biasa dilakukan polisi saat rekonstruksi pembunuhan sadis di Belitung. 

Cecep (28) sang terduga pelaku diberikan perlindungan lebih berupa rompi anti peluru hitam.

Ia mengenakan pakaian tahanan bernomor 19.

Halaman
1234
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved