Hanya Sonia Finalis Yang Memenuhi Ukuran Tinggi Badan standar Nasional

Malam Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) Babel 2017 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Hanya Sonia Finalis Yang Memenuhi Ukuran Tinggi Badan standar Nasional
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Pengumuman Pemenang Putri Indonesia Babel tahun 2017 di Sol Marina, Minggu (17/12/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Malam Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) Babel 2017 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pasalnya jika biasanya dibagi dalam beberapa babak penyisihan, namun tahun ini hanya melalui sekali proses penyisihan yaitu dari 18 finalis menjadi delapan besar langsung diumumkan pemenang.

Jika tahun sebelumnya, pengumuman pemenang akan diumumkan setelah melalui proses tiga besar. Tidak dengan tahun ini, para finalis hanya masuk dalam delapan besar langsung diumumkan menjadi juara I tanpa ada Runner Up.

Salah satu dewan Juri sekaligus Perwakilan dari Dinas Pariwisata Babel, Widyastuti mengatakan tahun ini memang berbeda lantaran hanya ada satu finalis yang memenuhi standar internasional secara tinggi badan.

"Yang jelas berbeda pertama diikat aturan syarat utama tinggi 170, ketika menentukan 10 besar hasil audiensi Dewan pembina Yayasan Putri Indonesia di Jakarta, mereka kurang berkenan karena tinggi para finalis rata-rata 156-165 sedangkan standar Nasional itu minimal 170 cm," bebernya ditemui usai acara.

Widya mengakui Sonia yang dinobatkan sebagai Putri Indonesia Babel 2017 merupakan satu-satunya peserta yang memiliki tinggi badan diatas 170 cm.

"Sonia tingginya 176 cm, dia satu-satunya peserta, makanya tidak ada tiga besar, karena kalau ada tiga besar kalau seandainya Sonia berhalangan hadir dalam ajang Nasional, maka yang dikirim Runner Up nya, sedangkan kalau kita pakai Runner Up tingginya enggak memenuhi standar Nasional, ini bisa membuat kita kena diskualifikasi dan tidak bisa mengirim untuk tahun depan, jadi hanya ada satu pemenang," katanya.

Menurutnya, sistem delapan besar ini dan langsung diumumkan pemenang merupakan keputusan dari Dewan Pembina Yayasan Putri Indonesia.

"8 besar ini keputusan dewan pembina YPI, kewenangan YPI pusat, daerah hanya melaksanakan, sedangkan untuk EO yang melaksanakan juga harus ada lisensi dari Yayasan Putri Indonesia pusat," katanya.

Sementara itu, Putri Indonesia Babel 2016, Cut Nadia Dwi Rahmadani mengatakan dirinya tak tau persis apa yang menyebabkan perbedaan sistem penobatan Putri Indonesia tahun ini. Namun, menurutnya acara ini dikemas sesimpel mungkin.

"Mungkin mau membuat simpel aja, positifnya itu. Karena enggak ada lima adanya tiga besar waktunya jadi lebih singkat, enggak masalah sebenarnya karena kan penilaian dewan juri bukan hanya di stage aja, tapi juga akumulasi selama masa karantina," katanya.

Baginya siapa saja yang menang harus bisa mengharumkan Babel tidak hanya dikancah Nasional tetapi juga Internasional.

"Tinggi badan memang berpengaruh, karena ini kan untuk Miss universe, yang penting mental nya karena saingannya akan sangat banyak, semoga bisa jadi the next Artika," katanya. (*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved