Linda Christanty Kirim Surat ke Presiden Soroti Kasus Panglima Budi Tikal di PN Sungailiat

Upaya Linda Christanty, membela adiknya, Terdakwa Tubagus Budi Firbani alias Budi Tikal alias Panglima, tiada henti

Linda Christanty Kirim Surat ke Presiden Soroti Kasus Panglima Budi Tikal di PN Sungailiat
(ferylaskari)
Linda Christanty Kakak dari Tubagus Budi Firbani alias Budi Tikal

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Upaya Linda Christanty, membela adiknya, Terdakwa Tubagus Budi Firbani alias Budi Tikal alias Panglima, tiada henti.

Berbagai langkah dia lakukan, termasuk mengirim surat kepada Presiden RI, Joko Widodo. Berikut klarifikasi Linda Christanty ketika ditemui Bangka Pos Group, Selasa (19/12/2017) di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat.

"Saya mengamati dalam persidangan, sebetulnya poin-poin yang menjadi kepedulian adik saya (Terdakwa Tubagus Budi Firbani) dan kemudian tindakan oknum dan juga sejumlah orang bersama oknum yang membuat adik saya terbelit perkara ini. Saya saksikan dan saya dengar dari para saksi (di persidangan) yang memberatkan, ternyata adik saya melawan para perusak lingkungan yang ditimbulkan oleh para penambang (timah) tanpa ijin yang terjadi di Pulau Bangka," kata Linda membuka percakapan pada Bangka Pos Group, Selasa (19/12/2017).

Aktifitas para penambang liar yang dimaksud kata Linda, sangat merugikan Pulau Bangka.

Sementara posisi adiknya, Terdakwa Tubagus Budi Firbani jutsru, sebagai pihak yang berusaha menghalangi aktifitas terlarang tersebut.

"Karena tak hanya kerusakan biota laut akibat aktifitas kapal isap itu, tapi juga penambangan kan juga terjadi di darat, sehingga akhirnya Pulau Bangka mengandung radio aktif," lanjutnya.

Baca: Sidang Kasus Dugaan Penyerangan, Terdakwa Malah Cerita Soal Bung Karno Hingga Buaya Tak Dikenal

Linda yang juga seorang penulis, sekaligus aktifitis, merasa gerah. Terlebih ketika upaya positif adiknya, Tubagus Budi Firbani alias Budi Tikal alias Panglima, malah dianggap sebuah kejahatan.

"Dalam kasus adik saya ini (Tubagus Budi Firbani), saya melihat bahwa adik saya mencegah penambangan ilegal, yang menurut Undang-Undang Lingkungan Hidup Nomor 66 Tahun 2009 itu dibenarkan. Jadi tidak hanya aktifis atau pejuang lingkungan, tapi sebetulnya siapa saja punya hak melakukan pencegahan (seperti yang dilakukan Tubagus Budi Firbani)," katanya.

Padahal seharusnya harap Linda, aparat bertindak tegas, menindak pelanggaran yang terjadi, bukan malah sebaliknya aparat malah seolah tutup mata atau justru melindungi para penambang ilegal yang dimaksud.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved