Polisi Berkonflik dengan Istri Senjatanya Bisa Ditarik

Seharusnya anggota Polri yang dipercaya memegang senjata berbangga mendapatkan kepercayaan tersebut.

Polisi Berkonflik dengan Istri Senjatanya Bisa Ditarik
Bangkapos/Deddy marjaya
Sebagian senpi yang dipegang anggota Polda Kepulauan Bangka Belitung diperiksa anggota Propam Selasa (19/12/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Anggota Propam Polda Kepulauan Bangka Belitung tidak segan-segan menarik senjata yang dipegang anggota Polri dijajaran Polda Kepulauan Bangka Belitung bila melanggar aturan.

Menurut AKP Johan Wahyudi PS Kasubid Provos mewakili Kabid Propam AKBP JF Panjaitan Selasa (19/12/2017), penarikan senjata bisa dilakukan jika senjata tidak dirawat, senjata tidak dijaga dengan baik, surat izin memegang senjata habis masanya atau disalah gunakan.

Selain itu jika pemegang senjata diketahui terlibat permasalahan atau konflik, baik konflik keluarga ataupun dengan masyarakat juga bisa dijadikan alasan penarikan.

"Misal kita ketahui ada anggota pemegang senjata konflik dengan istri bisa saja senjatanya kita tarik sementara," kata AKP Johan Wahyudi.

Seharusnya anggota Polri yang dipercaya memegang senjata berbangga mendapatkan kepercayaan tersebut.

Pasalnya tidak semua anggota Polri bisa mendapatkan senpi.

Selain memang keterbatasan jumlah senpi yang dimiliki Polri juga pemegang senjata harus lebih dulu lulus tes psikologi untuk mendapatkan surat izin.

"Yah pegang senpi harus lulus tes psikologi dan tes lingkungan serta memegang surat izin," kata AKP Johan Wahyudi

Penulis: deddy_marjaya
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved