Dekranasda Bangka Belitung Fokus Kenalkan Cual Dikalangan Remaja

Guna mewujudkan itu, Dekranasda Babel bekerjasama dengan sejumlah desainer dan Podomoro University. Mereka akan datang

Dekranasda Bangka Belitung Fokus Kenalkan Cual Dikalangan Remaja
bangkapos/idandimeikajovanka
Pemasangan pin peserta oleh Ibu Melati Erzaldi Didampingi Ketum IIKT Ibu Ellise Riza Pahlevi kepada salah satu peserta 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Melestarikan dan memperkenalkan tenun cual khas Bangka Belitung kepada khalayak umum, menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya itu dikalangan pemuda dan masyarakat merupakan fokus utama Dekranasda Babel di tahun 2018.

Ketua Dekranasda Bangka Belitung, Melati Erzaldi mengungkapkan upaya pengenalan dan meningkatkan rasa cinta terhadap tenun cual juga dilakukan dikalangan remaja.

"Dekranasda Babel berusaha meningkatkan dan memviralkan tenun cual dikalangan remaja sebab saat ini mereka tidak terlalu mengenal warisan budaya tersebut," ungkapnya, Kamis (21/12).

Ia mengaku harus memutar otak supaya cual bisa diterima masyarakat umum terutama kalangan muda. Mengingat desain cual tergolong masih klasik dan kerap menggiring opini remaja bahwa cual sesuatu hal yang kuno.

Melihat persoalan tersebut, Melati Erzaldi berusaha memodifikasi desain cual menjadi lebih menarik dan modern sesuai zaman.

Guna mewujudkan itu, Dekranasda Babel bekerjasama dengan sejumlah desainer dan Podomoro University. 

Mereka akan datang mengelilingi Bangka Belitung, membaca potensi, dan mengemas tenun cual lebih modern.

“Mereka sangat pakar dibidangnya,” ujar Melati

Melati juga menyampaikan wacana bersama Kepala Dinas Pendidikan Babel terkait materi kurikulum pengenalan dan penggelutan cual akan dimasukan menjadi muatan lokal tingkat SMA.

Sehingga generasi muda bisa mengenal warisan budaya tenun cual, sejarah, filosofi, dan tata cara membuat.

Tidak hanya itu, ada pula kunjungan siswa ke tempat pembuatan cual supaya mereka belajar membuat cual diajarkan oleh pengrajin.

“Pembentukan literasi budaya, satu diantaranya adalah cual. Jangan sampai yang mengetahui cual hanya orang usia tertentu saja,” kata Melati.(*)

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help