Tangkap Penambang Ilegal, Polisi Temukan Air Gun dan Tiga Peluru Aktif

Polsek Badau berhasil menertibkan aktivitas penambangan ilegal di lokasi perusahaan perkebunan sawit PT Foresta Lestari di Desa Cerucuk

Tangkap Penambang Ilegal, Polisi Temukan Air Gun dan Tiga Peluru Aktif
Bangka Pos / Disa Aryandi
Satu unit Air Gun dan tiga butir peluru organik, Kamis (21/12) saat diamankan Polsek Badau. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Polsek Badau berhasil menertibkan aktivitas penambangan ilegal di lokasi perusahaan perkebunan sawit PT Foresta Lestari di Desa Cerucuk Kecamatan Badau Kabupaten Belitung, Kamis (21/12/2017)

Dalam penertiban itu, anggota berhasil mengamankan  satu set mesin tambang timah, serta satu unit Air Gun dan tiga butir peluru aktif milik Seprizal alias Asep (38) Warga Desa Dukong yang juga  pemilik mesin.

"Awalnya pihak perusahaan melaporkan terkait tambang itu, tapi setelah kami cek ternyata pelaku juga memegang peluru organik aktif itu. Jadi langsung kami sita, baik peluru maupun senjata Air Gun (unit) tersebut," kata Kapolsek Badau Iptu Chandra Satria Adi Pradana, Kamis (21/12/2017).

Pelaku Asep (baju biru kiri), Kamis (21/12) saat dilakukan pemeriksaan oleh Penyidik Polsek Badau.
Pelaku Asep (baju biru kiri), Kamis (21/12) saat dilakukan pemeriksaan oleh Penyidik Polsek Badau. (Bangka Pos / Disa Aryandi)

Diceritakan Chandra saat diamankan Air Gun yang diamankan diletakkan pelaku di pinggang menyerupai pistol beneran. Sedangkan tiga butir peluru aktif diletakkan di bagian luar sarung pistol sehingga secara kasat mata bisa langsung terlihat.

"Pelaku tambang ini adalah satpam perkebunan sawit tersebutlah, dan memang sudah ditegur oleh manajemen perusahaan untuk tidak menambang sebelumnya," ujarnya. 

Asep pemilik tiga butir peluru Senjata api Aktif berdalih peluru tersebut, dibelinya dari luar daerah . Dirinya menyakinkan  bahwa peluru yang saat ini, disita didapatnya dari sebuah kuburan China di Pilang Kabupaten Belitung 

" Peluru itu saya nemu di Kuburan China di Pilang," ujarnya.

Sedangkan soal aktivitas pertambangan di lokasi tempatnya bekerja selaku Security (Satpam-red), yang sudah berjalan selama 10 hari. Asep mengaku sekedar untuk mencari uang sampingan.

" Dapatnya juga tidak banyak, cuma lima kilo sehari. Ke desak buka kolong disitu, karena tidak ada uang, ya buat sampinganlah. Gaji di situ (Satpam PT Foresta Lestari) tidak cukup, cuma Rp 2.500.000," ucapnya.(*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help