Akibat Banjir Porong, PT KAI Kehilangan 615 juta Pendapatan

PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya kehilangan pendapatan sekitar Rp 615 juta pada 2017

Akibat Banjir Porong, PT KAI Kehilangan 615 juta Pendapatan
Sejumlah warga mengabadikam moment jalan raya porong yang terendam banjir di atas tanggul lumupr lapindo Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (28/11/2017). Banjir yang membuat Jalan Raya Porong serta Rel Kereta Api Jalur Timur lumpuh itu, meluas dan naik dari ketinggian 55 cm menjadi 86 cm di atas permukaan rel.(ANTARA FOTO/UMARUL FARUQ) 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -  PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya kehilangan pendapatan sekitar Rp 615 juta pada 2017, akibat banjir di jalur kereta api Porong Sidoarjo, Jawa Timur, yang terjadi beberapa waktu lalu.

Senior Manager Angkutan PT KAI Daop 8 Surabaya, Raden Agus Dwinanto Budiadji di Surabaya, Jumat (22/12/2017), mengatakan, meski kehilangan pendapatan namun secara umum pendapatan Daop 8 Surabaya hingga saat ini sudah melebihi target.

Agus menyebut, dari target pendapatan tahun 2017 sebesar Rp 764 miliar, hingga petengahan Desember 2017 Daop 8 Surabaya sudah mampu meraup pendapatan Rp 798 miliar, atau lebih sekitar Rp34 miliar.

"Pemicu peningkatan pendapatan pada 2017 karena hadirnya KA baru di Daop 8 Surabaya, yakni KA Ambarawa relasi Semarang dan KA Ranggajati. Sehingga kehilangan pendapatan akibat banjir porong tidak terlalu terasa," katanya.

Baca juga: Penumpang KRL Tembus 1 Juta Per Hari, PT KAI Minta Pemprov DKI Tata Area Stasiun

Dia mengatakan, kehilangan pendapatan terjadi akibat sebagian besar penumpang mengembalikan tiket, ditambah biaya lain seperti sewa bus untuk mengalihkan penumpang ke transportasi bus.

Sementara untuk angkutan Natal dan Tahun Baru 2018, Agus memprediksi akan ada kenaikan pendapatan sekitar 20 hingga 30 persen atau sekitar Rp58 miliar, dibanding tahun lalu yang hanya naik Rp 48 miliar.

Executive Vice President Daop 8 Surabaya, Bimo Poerwadi mengatakan terkait tenggelam rel Porong akibat banjir, dia meminta Kementerian Pehubungan untuk bisa mencarikan solusi dengan pengalihan jalur pada tahun 2018.

"Untuk masalah Porong, itu sudah ada pada tingkatan menteri karena berkaitan dengan pembebasan lahan di jalur baru. Dari 20 km jalur yang disiapkan PT KAI, baru 8 km tanah yang sudah dibebaskan," katanya.

Oleh karena itu, Bimo berharap masalah banjir Porong yang menenggelamkan jalur rel KA di wilayah setempat selama beberapa hari, bisa dicarikan solusinya pada 2018, agar tidak terulang kehilangan pendapatan Daop 8 Surabaya.(*)

Artikel ini sudah dimuat di Kompas.com dengan judul PT KAI kehilangan Rp 615 juta akibat Banjir Porong

Editor: zulkodri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved