Warga AS Kian Banyak yang Ingin Trump Lengser

Hasil polling terbaru menunjukkan, lebih dari 40% responden berpikir sudah saatnya memulai proses pemakzulan terhadap Trump.

Warga AS Kian Banyak yang Ingin Trump Lengser
WONKETTE.COM
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump 

BANGKAPOS.COM--Presiden Amerika Serikat Donald Trump semakin kehilangan dukungan dari rakyat Amerika. Sebagai bukti, hasil polling terbaru menunjukkan, lebih dari 40% responden berpikir sudah saatnya memulai proses pemakzulan terhadap Trump. 

Jumlah tersebut lebih tinggi dari persentase orang Amerika yang mengatakan bahwa mereka berencana untuk memilih Trump sebagai presiden pada pemilihan 2020.

Survei NBC News / Wall Street Journal, pada Rabu (20/12), menyebut bahwa ada sekitar 41% warga Amerika percaya ada cukup alasan bagi Kongres untuk mengadakan audiensi pemakzulan.

Jajak pendapat tersebut menemukan bahwa 70% Partai Demokrat, 40% independen dan bahkan 7% dari Partai Republik mendukung dilakukannya audiensi tersebut.

Selain itu, jumlah responden yang menyerukan proses pemakzulan untuk segera berlangsung setara dengan 38% responden yang percaya bahwa Trump berkolusi dengan Rusia untuk memenangkan pemilihan 2016.

Dua pekan lalu, Perwakilan Demokrat Al Green memaksakan dilakukan voting di DPR terkait pasal pemakzulan melawan Trump. Pemungutan suara tersebut gagal, namun 58 anggota dari Demokrat mendukung langkah Green.

Keinginan warga Amerika untuk melakukan impeachment bukanlah satu-satunya kabar buruk bagi Trump dalam polling ini. Jika Trump berhasil bertahan dalam masa jabatan pertamanya tanpa pemakzulan, peluangnya untuk terpilih kembali terlihat sangat suram.

Hanya 36% responden yang mengatakan mereka mungkin atau pasti memilih Trump melawan kandidat Demokrat. Sebaliknya, 52% mengatakan mereka mungkin atau pasti "memilih pihak lawan lainnya." Hasil polling seperti itu merujuk pada kecilnya kemungkinan Trump menuju masa jabatan kedua.

Tentu saja, pemilu masih tiga tahun lagi, dan sebagian besar kandidat Demokrat tidak akan menyatakan niat mereka untuk mencalonkan diri hingga 2019. Namun angka tersebut melukiskan gambaran yang tidak menyenangkan bagi presiden.

Ketika ditanya apakah mereka menyetujui atau menolak pekerjaan yang dilakukan Trump, hanya 41% responden yang mengatakan bahwa mereka sangat setuju atau cukup setuju. Sementara, 56% responden lainnya berpendapat sangat tidak setuju atau agak tidak setuju.

Halaman
12
Editor: khamelia
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help