Home »

Lokal

» Bangka

Bayu Martanto Nilai Holding Dapat Tingkatkan Kapasitas dan Kapabilitas Perusahaan

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Babel, Bayu Martanto menilai kebijakan Holding BUMN Industri pertambangan hal positif

Bayu Martanto Nilai Holding Dapat Tingkatkan Kapasitas dan Kapabilitas Perusahaan
Bangka Pos/ Idandi Meika jovanka
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Babel, Bayu Martanto 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA –  Kepala Bank Indonesia Perwakilan Babel, Bayu Martanto menilai kebijakan  Holding BUMN Industri pertambangan yaitu PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk yang menuai strategi dan sinergi baru sebagai angin segar dan hal positif. Sebab, setiap perusahaan mempunyai ekspert (keahlian-red) di bidang tambangnya masing-masing.

Bayu Martanto mengartikan holding mampu meningkatkan kapasitas dan kepabilitas setiap perusahaan.

Adanya peningkatan diharapkan kedepannya pemerintah mempunyai visi mengarah ke pertambangan besar seperti di Papua. Holding tentu menjadi satu diantara upaya menangani hal tersebut.

Baginya, khusus di Bangka Belitung kapasitas dan kapabilitas yang bertambah cukup tinggi bisa meningkatkan daya saing.

Di lihat dari sudut pandang ekonomi daerah, Bayu menilai kebijakan ini positif dan berprospek besar bagi peningkatan kapasitas dan kapabilitas daerah.

Keahlianya juga dapat dimanfaatkan lebih optimal lagi, seperti timah, industri terkait penggunaan timah, produk, dan lain sebagainya.

Berbicara perihal pajak setelah holding, Bayu mengatakan tentu bermacam-macam. Sisanya tetap  seperti PPN, Pajak Badan Usaha, dan lain sebagainya yang ada perhitungan masing-masing. Lalu, bagi pegawai pajak menjadi urusan daerah masing-masing.

Berdasarkan berita sebelumnya, Direktur Utama PT Timah Tbk, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani mengatakan sisi positif holding terhadap kepentingan negara mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 tahun 2017 tentang penambahan penyertaan modal negara Republik Indonesia ke dalam modal saham PT Inalum.

“Efisiensi menciptakan kinerja keuangan menjadi lebih baik dan kemampuan sumber daya manusia juga bisa membaik karena sharing knowledge. Sebanyak 65% saham seri B milik PT Timah Tbk dialihkan ke Inalum sebagai penambahan penyertaan modal negara dan saham Seri A merupakan saham pengendali tetap milik negara,” jelas Mochtar

Ia menilai tidak ada yang berubah meskipun sistem kepemilikan saham berubah. Dulunya dimiliki langsung Republik Indonesia, kini melalui dwiwarna atau tidak langsung dimiliki Inalum 100 pesen. Selain itu, tidak ada perubahan kontrol, kebijakan, dan negara tetap berwenang mengatur saham PT Timah.(*)

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help