Tambang Ilegal di Eks KK Koba Tin Menggurita

Lambannya penanganan tambang massal di lokasi eks Kontrak Karya PT Koba Tin di Bangka Tengah sangat disayangkan

Tambang Ilegal di Eks KK Koba Tin Menggurita
Bangkapos.com/Evan Saputra
Aktivitas penertiban aktivitas tambang di Kenari, Koba, Bangka Tengah, Senin (4/9/2017) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Teddy Malaka

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Lambannya penanganan tambang massal di lokasi eks Kontrak Karya PT Koba Tin di Bangka Tengah sangat disayangkan. Bupati dan Gubernur serta aparat penegak hukum diminta tegas terkait maraknya tambang ilegal di kawasan tersebut.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Deddy Yulianto yang menilai eks Kontrak Karya PT Koba Tin itu seperti kawasan yang tak bertuan.

"Seperti IUP tak bertuan, padahal IUP (Kontrak Karya -red) Koba Tin masuk dalam pengawasan Pemerintah. Karena Koba Tin sendiri masih ada hak dan kewajiban yang mesti dipenuhi seperti masalah reklamasi dan hak hak karyawan yang hingga saat ini belum terselesaikan," kata Deddy Yulianto, Rabu (27/12/2017).

Ia mengatakan maraknya tambang ilegal yang berada di wilayah Bangka Tengah itu sudah menggurita. Sehingga menurutnya penindakan harus dilakukan.

"Bupati dan gubernur dan aparat penegak hukum diminta tegas dan mengusut sampai hasil eksploitasi dijual kemana. Ini perlu ditindak lanjuti karena terkait reklamasi siapa yang akan bertanggung jawab," katanya.

Menurutnya jangan sampai terkesan melakukan pembiaran dan membiarkan masyarkat menambang tanpa adanya legalitas yang jelas sedangkan kerusakan lingkungan dan reklamasi tak bisa dipertanggungjawabkan. Aparat penegak hukum diminta mengusut dan menelusuri hasil timah dari eks KK PT Koba Tin.

"Jual ke mana dan siapa yangg menampung, illegal minning di Bangka Tengah dalam eks KK Koba Tin," katanya.(*)

Penulis: teddymalaka
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved