Opini

Ironi Kota Kapur, Penguak Tabir Kerajaan Sriwijaya yang Kini Dirambah Penambang

Situs Kotakapur memang sangat tua, jauh lebih tua daripada Candi Prambanan dan Candi Borobudur

Ironi Kota Kapur, Penguak Tabir Kerajaan Sriwijaya yang Kini Dirambah Penambang
Ist
Ali Usman, Tim ahli Cagar Budaya Kabupaten Bangka 

 Ali Usman, Tim ahli Cagar Budaya Kabupaten Bangka

BANGKAPOS.COM--Gagal lagi. Kata itu selalu melekat ketika berhadapan dengan Situs Kota Kapur.

Dari pembelian lahan bekas candi , pinjam pakai lahan Hutan Produksi sampai  pembangunan museum Kota Kapur.

Deretan prestasi yang tertunda makin panjang dan hati ini makin meradang setelah membaca berita anak-anak ikut merambah timah di Situs Kota Kapur. Gagal lagi.

Baca: Penambang Rambah Kawasan Situs Kota Kapur, Anak-Anak Ikut Melimbang dan Ditemukan Gerabah Kuno

Kening makin berkerut jika ingat nasib “surat tanah” lahan pembangunan taman prasasti yang ikut terkatung-katung.

Festival Kotakapur yang dianggap sukses pun belum mampu merubah paradigma masyarakat pentingnya merawat warisan budaya.

Jika dahulu batu-batu candi dijadikan pondasi rumah karena ketidaktauan dan minimnya informasi  di masa lalu, kini setiap jengkal tanah di dalam Situs Kotakapur terancam hilang demi  meraup rupiah si hitam yang menggiurkan.

Dan itu terjadi setelah 7 tahun UU Cagar Budaya disahkan pada tahun 2010 dan informasi begitu mudah diakses. 

Mirisnya, anak-anak usia sekolah terlibat langsung proses pengrusakan warisan nenek moyangnya. Itu hanya terjadi di Pulau Bangka.  Gagal lagi. 

Halaman
12
Penulis: Herru W
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved