BangkaPos/

Kisah Ema, Berjuang Bantu Warga Meski di Tengah Himpitan Ekonomi, Ini Harapannya

Tak sulit mencari rumah Ema. Warga di sekitar mengenal perempuan berambut pendek dan bertubuh tambun ini sebagai pekerja sosial.

Kisah Ema, Berjuang Bantu Warga Meski di Tengah Himpitan Ekonomi, Ini Harapannya
bangkapos/Alza Munzi
Ema (kanan) saat menjenguk tetangganya yang terbaring sakit. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ema, nama perempuan berusia setengah abad ini biasa disapa.

Nama aslinya Rohana bersuamikan Elman dengan empat orang anak dan si bungsu masih duduk di bangku SMA.

Sebuah rumah sederhana di kawasan pemukiman Air Mawar, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang menjadi saksi sehari-hari kehidupan ibu tiga orang cucu ini.

Tak sulit mencari rumah Ema. Warga di sekitar mengenal perempuan berambut pendek dan bertubuh tambun ini sebagai pekerja sosial.

Padahal sebutan itu tak resmi disematkan padanya. Hanya karena kepedulian dan semangatnya membantu orang lain, Ema dikenal seperti itu.

Hal itu bermula pada 2006 silam, ketika Ema bersama sejumlah teman-temannya aktif di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rumpun Bambu.

LSM itu lebih fokus pada bidang kesehatan dan sosial kemasyarakatan. Kala itu, Ema lebih sering berada di rumah sakit karena di sana banyak orang-orang yang membutuhkan bantuannya.

Ema (kanan) saat menjenguk tetangganya yang terbaring sakit.
Ema (kanan) saat menjenguk tetangganya yang terbaring sakit. (bangkapos/Alza Munzi)

"Sebenarnya saya juga tidak mengerti soal prosedur di rumah sakit, tetapi saya banyak bertanya. Semua yang saya dampingi pasien kurang mampu. Jadi mulai dari surat tidak mampu di kelurahan hingga mengurus administrasi berobat, saya bantu mengurusnya," kenang Ema, Jumat (22/12/2017).

Karena kerap berurusan di kelurahan hingga manajemen rumah sakit itulah, Ema dikenal oleh beberapa warga.

Dari mulut ke mulut, Ema akhirnya sering dimintai bantuan untuk membantu pasien dan keluarganya. Bahkan, manakala pasien dirujuk sampai Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Halaman
1234
Penulis: Alza Munzi
Editor: Alza Munzi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help