Home »

Lokal

» Bangka

Tim Cagar Budaya Minta Situs Kota Kapur Bebas TI, Temukan Serpihan Gerabah Kuno

Tim ahli cagar budaya Kabupaten Bangka, mengecek langsung lokasi penambangan timah ilegal di area situs Kota Kapur

Tim Cagar Budaya Minta Situs Kota Kapur Bebas TI, Temukan Serpihan Gerabah Kuno
ist
TIM ahli cagar budaya Kabupaten Bangka ketika berada di area Situs Kota Kapur, Kecamatan Mendobarat, Kabupaten Bangka yang dirambah penambangan timah ilegal, Kamis (28/12/2017).

Laporan Wartawan Bangka Pos, Herru W

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tim ahli cagar budaya Kabupaten Bangka, Kamis (28/12/2017) mengecek langsung lokasi penambangan timah ilegal di area situs Kota Kapur di Desa Kota Kapur, Kecamatan Kabupaten Mendobarat, Kabupaten Bangka.

Pada saat tim yang dipimpin Surtam A. Amin dengan anggota Derita Prapti Rahayu, Chairudin Sufian, Ali Usman dan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Bangka Widiati tiba di lokasi, tidak terlihat aktifitas penambangan.

"Ketika kita datang, Tim mendapati aktivitas TI sudah berhenti total," ujar Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Bangka, Surtam A. Amin kepada bangka pos.com, Kamis (28/12/2017).

Surtam menjelaskan, setelah tim melakukan pengecekan maka dipastikan lokasi antara daratan dan Sungai Menduk yang dirambah tambang inkonvensional (TI) tersebut masih berada di dalam area situs Kota Kapur.

"Diduga lokasi ini bekas penambangan timah kuno dengan ciri khas tanah berpasir menyerupai tailing, namun rata memanjang dari air Kupang sampai aik Lubuk Lesung," terang Surtam.

Menurut Surtam, di area penambangan, tim menemukan serpihan gerabah kuno yang banyak berserakan di lokasi. Ada pula temuan manik-manik kecil dan batu-bata unik. Temuan gerabah ini selanjutnya akan disimpan oleh Juru Pelihara Situs Kota Kapur, Ali Akbar.

"Karena itu, dengan temuan gerabah ini kita harus memastikan lokasi ini (Situs Kota Kapur) harus bebas dari tambang timah. Bahkan berlaku untuk seluruh area situs Kotakapur. Wilayah ini terlarang untuk tambang timah," tegas Surtam.

Surtam menambahkan, pihaknya berharap Balai Arkeologi (Balar) Sumatera Selatan dapat segera ke lapangan untuk memastikan temuan-temuan gerabah tersebut, apakah ada keterkaitan dengan peradaban Kota Kapur di masa lampau.

Derita Prapti Rahayu, salah satu anggota tim yang juga dosen UBB mengutarakan, suatu kawasan seperti Kota Kapur harus serius mendapatkan perlindungan.

Halaman
12
Penulis: Herru W
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help